Sabtu, 12 September 2009 08:44
Pertanyaan:
Saya Retna mahasiswa umur 20 th, terus terang dok saya merasa terganggu sekali dengan gigi graham saya yang gak kempes-kempes bengkaknya, berulang kali berpindah-pindah periksa hasilnya cuma dikasih obat, saya bosen kalo harus minum obat terus dok apalagi hasilnya nol besar. Setiap diminumi obat, kempes dikit tapi malah bengkaknya digusi yang dalam pindah ke gusi luar. Saya tu pengen banget saat periksa ke dokter minta untuk dipecah saja bengkaknya. Soalnya udah bernanah gitu, tapi selalu saja suruh minum obat Lagi dan lagi. Menurut saya gusi saya udah kebanyakan antibiotik. Gimana ya dok enaknya.....? setiap liat gusi saya dikaca saya nggak tega banget dok pengen mecah tapi takut kalau infeksi, di biarin malah gak sembuh-sembuh, diperiksain cuma dikasih obat yang sejenisnya. Bengkak digusi saya ini apa bisa pecah sendiri ya dok. Soalnya dulu pernah saya rawat tapi bengkak lagi dan oleh dokter saya disedot saya sangat lega. Tapi setelah beberapa lama saya liburan dirumah saya belum bisa untuk kontrol ke dokter saya karena jauh. eee malah sekarang lama bengkak dan bernanah pula, saya takut dok gimana ya dok solusinya? terima kasih sebelumnya... - Retna - Jawaban:
Halo Retna, gimana gigi-nya masih bengkak? inilah akibat retna kurang perhatian terhadap kondisi gigi retna sendiri. Ketika drg memberikan obat, setelah obatnya habis retna HARUS segera kembali kontrol ke dokter gigi untuk dilakukan tindakan selanjutnya. Hal ini terjadi karna gigi retna bolong sudah lama dan dibiarkan saja. akibatnya banyak sisa makan yang menumpuk di lubang gigi tersebut dan membusuk karna tidak bisa keluar/dibersihkan. nah, kotoran yang membusuk inilah yang menjadi gangren alias menjadi nanah di dalam gusi. nanah ini selalu mencari jalan keluar dengan berbagai cara, entah itu keluar melalui lubang gigi atau dengan melalui jaringan yang terlemah yaitu jaringan gusi. Jika jaringan gusi sudah terlewati nanah ini tetap akan keluar melalui pipi, alias pipi retna bisa saja bolong. KENAPA drg selalu memberikan obat terus, karna sebelum dilakukan tindakan apa2-apa harus dirawat dulu kondisi giginya. Gusi harus di sehatkan dulu sebelum dilakukan tindakan selanjutnya. Dokter gigi memberikan obat bukan tanpa alasan, bukan asal-asal saja. Pemberian obat itu ada hitungan-nya untuk berapa hari, berapa dosisnya, obat yg diberikan harus yang mana? Nah, setelah obatnya habis retna HARUS segera kembali ke dokyer gigi untuk dicabut gigi-nya. karna kalo dibiarkan saja keburu habis masa obatnya, bisa-bisa bengkaknya kambuh lagi, terpaksa HARUS diberi obat lagi....Kan bosan minum obat terus-terusan nanti lama-lama retna kebal dengan obatnya!..segeralah pergi ke dokter gigi terdekat utk dilakukan pengobatan yg paripurna. Jangan malas untuk kontrol ke dokter gigi setiap 6 bulan sekali (walaupun gigi-nya tidak sakit!!). Semua ini demi retna sendiri. Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat bagi retna.
Salam.... Drg. Elisabeth L.Sarri
|
Jumat, 11 September 2009 07:49
Pertanyaan
Dokter, anak saya yang berumur 1 tahun 7 bulan terdapat daging tumbuh di atas gusi sebelah kanan bawah. Bagaimana cara mengatasinya, mohon penjelasan dari dokter trimakasih.
- Ondo Ambarita - Jawaban: Sebaiknya Ondo segera membawa anaknya ke dokter gigi, untuk di pastikan apa yang terjadi pada gusi anak anda. Karna ada berbagai macam kemungkinan tentang daging tumbuh tersebut. Bisa karna pembengkakan, karna ada pertumbuhan gigi yang tidak sempurna dan menyebabkan peradangan, bisa karna adanya kista. keterangan yang anda sampaikan juga kurang lengkap. Seperti sejak kapan ini jadi? apakah disertai demam? sempat diberi obat atau belum? warna daging-nya apa? apakah bewarna merah muda atau lebih merah? apakah anak anda pernah terjatuh atau tidak? bisa juga untuk mengetahui apa yang terjadi di dalam gusi dapat dilakukan rongent foto. Hal ini dapat di konsultasikan Ondo dengan dokter gigi anda, supaya anak anda segera mendapat kan penanganan yg tepat dan tidak terlambat. Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat bagi anda. Hormat saya - Drg. Elisabeth L.Sarri -
Senin, 07 September 2009 03:59
Pertanyaan:
Salam dokter. Saya ingin bertanya, kemarin saya baru di cabut gigi geraham ke 2 dari belakang, karena gigi saya bolong, jadi saya memutuskan untuk pergi ke dokter gigi, ketika sudah di cabut, saya pulang ke rumah, gigi yang sudah di cabut masih ada akarnya belum tercabut, sekarang saya merasakan sakit luar biasa, sampai pipi saya bengkak, jadi sekarang saya harus bagaiman? mohon d jawab ya dok, Di tunggu jawabannya secepatnya, terima kasih salam
- Dewi - Jawaban : Halo Dewi, bagaimana giginya, masih bengkak? ketika pencabutan berlangsung terjadi kesulitan tidak? apakah gigi tersebut sudah rapuh sekali sehingga waktu pencabutan dokter gigi mengalami kesulitan. ketika pulang diberi obat minum tidak? sebaiknya dewi segera kembali ke dokter gigi tersebut untuk penanganan pasca pencabutan. Karna jika memang sisa akarnya masih ada bisa di rujuk untuk dilakukan rongent foto. Obat yang diberikan juga harus diminum segera ( antibiotik, anti sakit <analgesik>, anti bengkak <antiinflamasi>. bekas lubang pencabutan jangan dipegang-pegang atau iseng dikorek-korek, supaya tidak infeksi. Hormat Saya - Drg. Elisabeth L. Sarri -
Sabtu, 05 September 2009 06:01
Yang terhormat Dr.Elisabeth L.Sarri, Saya mau tanya, saya mengalami pembengkakan pada Gusi pangkal gigi graham bawah, rasanya seperti ada gigi yang mau tumbuh seperti halnya gigi anak-anak. Tapi saya yakin tidak mungkin kalau mau tumbuh gigi baru sedangkan umur saya 25 th. Hal ini terjadi hampir 1 bulan, dan sangat sakit rasanya saat mengunyah makanan. Kira-kira kenapa ya Dok? dan apa obatnya? Terimakasih atas bantuannya. - Ratno - Salam Jawaban : Halo Ratno, gimana kondisi giginya masih sakit? pada teorinya gigi geraham kita berjumlah 3 pasang (3 kiri dan 3 kanan). Gigi geraham yang paling belakang muncul setelah usia 20 thn ke atas. Yang menjadi masalah adalah ketika gigi tersebut keluar, sedangkan ruangan tempat gigi tersebut tidak cukup alias lengkung rahangnya tidak memungkinkan gigi baru keluar lagi karna lengkung rahang setiap orang berbeda-beda secara genetik. Biasanya hal ini menyebabkan gusi di sekeliling gigi meradang. Dan sakit ketika mengunyah. Obat yang alami?? segera pergi ke dokter gigi terdekat. Soalnya harus dilihat dulu kondisinya. Apakah gigi tesebut tumbuh dalam posisi normal (dlm arti tegak lurus seperti gigi sebelahnya)? sehingga bisa dipertahankan ataukah posisi tumbuhnya miring sehingga harus dilakukan pencabutan. Semua ini dapat diketahui dari rongten foto. Tetapi yang pasti langkah pertama, dokter gigi akan memberikan obat untuk menghilangkan rasa sakit ratno dulu. Demikian penjelasan dari saya, semoga bermanfaat bagi anda. Hormat Saya, -Drg. Elisabeth L. Sarri-
Jumat, 28 Agustus 2009 07:36
Pertanyaan:
Dok, Pagi tadi saya tiba-tiba batuk dan berdahak pas saya keluarkan ternyata dahaknya berwarna merah dan seperti dahak pada umumnya cuma dahaknya aja yang berwarna merah sedangkan air liur tetap putih seperti biasa, saya tidak sedang sakit dan tidak sedang flu, kondisi kesehatan saya baik-baik saja. Kenapa tiba-tiba saya jadi batuk ya? kondisi saya ini berbeda dengan kasus di atas karena ini baru pertama kali terjadi dan saya tidak sedang sakit. Terima Kasih atas perhatiannya - Riska - Jawaban : Sampai saat ini sudah berapa kali batuk berdarah? seberapa banyak? warna darah merah muda/agak kuning? Walau kita tidak sedang sakit, batuk juga bisa terjadi karena batuk merupakan mekanisme pertahanan tubuh kita terhadap benda asing dari luar. Jika sedikit & hanya satu kali, bisa saja itu hanya sedikit luka dari tenggorokan sehingga mengeluarkan sedikit darah. Jika banyak, bisa berasal dari saluran nafas bagian atas, bisa terjadi infeksi pada paru. Saran saya, sebaiknya konsultasikan ke dokter terdekat anda untuk mendapat penanganan yang lebih baik. Demikian jawaban dari saya, semoga bermanfaat bagi anda. Terima Kasih - Dr Niken Sasanty Ardi -
|
|
|
|
|
|
|
Halaman 1 dari 17 |