Medical Emergency Rescue Committee

MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawat- daruratan medis.
MER-C mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.
MER-C berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil'aalamiin.
MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam.
MER-C merupakan lembaga kemanusiaan yang keanggotaannya disebut relawan (unpaid volunteers).

Tim MER-C Berhasil Tembus Gaza, Mimpi RS INDONESIA Semakin Menuju Nyata

Siaran Pers

 

Belum berhasil menembus Gaza via laut pasca insiden Mavi Marmara, Kamis (15/7) akhirnya Tim MER-C yang terdiri dari 6 relawan dan 4 jurnalis berhasil menembus Gaza melalui Perbatasan Rafah di Mesir. Beberapa pertemuan dengan pejabat di Gaza termasuk PM Ismail Haniya telah dilakukan dan semua menyatakan dukungan penuh mereka terhadap program RS INDONESIA. Dua relawan telah kembali ke Tanah Air, sementara tiga relawan lainnya sudah siap bertugas di Gaza sampai pembangunan RS Indonesia ini selesai.

 

 Keenam relawan MER-C tersebut adalah:

1.     dr. Joserizal Jurnalis, SpOT

2.     Ir. Faried Thalib

3.     Dr. Arief Rachman

4.     Ir. M. Baagil

5.     Ir. Nur Ikhwan Abadi

6.     Abdillah Onim

 

Ide pembangunan RS Indonesia tercetus lebih dari satu tahun lalu dengan penandatangan MOU antara Tim MER-C mewakili rakyat Indonesia dengan Menteri Kesehatan Palestina di Gaza, dr. Bassim Naim. PM Palestina Ismail Haniya pun menyatakan dukungannya dan memberikan sebidang tanah waqaf yang berlokasi di Bayt Lahiya, Gaza Utara.

 

Ide yang awalnya dianggap oleh banyak orang sebagai sebuah mimpi bahkan suatu hal yang mustahil (impossible), untuk dilakukan dengan upaya yang tak surut dan atas izin –Nya akhirnya mulai mendapat dukungan dari berbagai Pihak terutama Pemerintah Indonesia.

 

Dukungan Pemerintah ditandai dengan pernyataan Presiden Republik Indonesia, Susilo Bambang Yudhoyono, pada saat pertemuannya dengan Presiden Palestina, Mahmoud Abbas di Istana Negara pada hari Sabtu, 29 Mei 2010 yang menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia akan membantu Rp 20 Milyar untuk Pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.

 

Kemudian sebulan berselang, tepatnya Selasa/29 Juni 2010, Ketua DPR RI dan rombongan juga berhasil berkunjung ke Gaza dan melakukan prosesi peletakan batu pertama pembangunan RS Indonesia di Bayt Lahiya.

 

Setahun lebih berjibaku mengurus perizinan untuk memasuki Mesir dan Jalur Gaza, akhirnya izinpun didapat, Tim MER-C bisa kembali ke Gaza untuk mewujudkan mimpi RS Indonesia yang sudah semakin menuju nyata.

 

Selama berada di Gaza sejak 15 Juli 2010, Tim MER-C yang diketuai oleh dr. Joserizal Jurnalis, SpOT telah melakukan serangkaian pertemuan dan koordinasi diantaranya dengan PM Palestina Ismail Haniya, Menteri Kesehatan Palestina di Gaza dr. Bassim Naim, Dirjen Kerumahsakitan Kementrian Kesehatan dr. Mohammad Alkasyaf, Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Dr. Yousef Muhammad Elmansi, Kepala Departemen Teknik RS Asy Syifa, Fakultas Teknik Sipil Universitas Gaza, Subkontraktor di Gaza serta sejumlah lembaga.

 

Tim juga segera melakukan pengecekan langsung ke lokasi tanah waqaf di Bayt Lahiya dan melakukan soil investigation yang dibantu oleh Fakultas Teknik Sipil di Gaza untuk mengukur dan menilai kontur tanah.

 

Dari hasil pertemuan-pertemuan tersebut, rancang bangun RS Indonesia akan membutuhkan beberapa penyesuaian yaitu ruang bawah tanah (basement) dan struktur pondasi untuk 4 lantai. Penyesuaian ini akan membuat perkiraan biaya pembangunan bisa menjadi 2 kali lipat. Kabar yang menggembirakan adalah tersedianya sejumlah bahan bangunan sehingga diharapkan pembangunan Rumah Sakit ini bisa segera dimulai.

 

Untuk melaporkan progress awal pembangunan RS Indonesia di Gaza, Tim MER-C sudah mengajukan permohon audiensi kepada Presiden RI dan Ketua DPR RI.  Sebelumnya, dua relawan MER-C yang sudah keluar dari Gaza, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT dan Ir. Faried Thalib, juga sudah menemui Dubes RI untuk Mesir, AM. Fachir, guna melaporkan perkembangan yang terjadi di dalam Gaza dan mengusulkan beberapa hal dalam rangka mempermudah aliran masuk bantuan dan tenaga relawan dari Indonesia menuju Gaza. 

 

Disamping itu, MER-C juga akan terus ikut mengkampanyekan pembukaan blokade atas Gaza. Bersama sejumlah negara dan lembaga. Insya Allah pada bulan Oktober 2010 nanti MER-C, VoP (Voice of Palestine), lembaga yang tergabung dalam Aliansi Masyarakat Indonesia untuk Palestina dan elemen bangsa Indonesia lainnya akan berpartisipasi mengirimkan satu kapal buatan nusantara, yakni “Kapal Phinisi” untuk turut berlayar menembus blokade Gaza melalui Jalur Laut.   

 

Jakarta, 26 Juli 2010

Divisi Humas MER-C

 
-
Click on the slide!

Pelayanan Medis bagi Korban Banjir Wanita dan Anak-anak di wilayah Gujrat

Click on the slide!

Kehancuran yang Disebabkan Banjir Bandang di Pakistan

Click on the slide!

Tim MER-C dan PIMA bersiap Menuju Multan, Pakistan Bagian Selatan

Click on the slide!

Tenda Pengungsian Korban Banjir di Gujrat-Pakistan yang Dikunjungi Tim MER-C

Click on the slide!

Relawan MER-C melakukan Soil Investigation untuk RS Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik UIG

Click on the slide!

Tim MER-C di Lokasi tanah waqaf untuk RS Indonesia di Bayt Lahiya

Click on the slide!

Tim MER-C menjelaskan kepada Pedana Menteri Ismail Haniyah mengenai struktur Bangunan RS Indonesia  di Bait Lahiyah

Baner

Dukung Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina
Amanah "One Boat for Gaza"                                                      BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0153678  

Amanah Pembangunan RS Indonesia di Gaza                            BSM cab. Kramat              No. Rek. 009.0121.773      
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

Per tanggal 1 Juni 2009, MER-C memindahkan semua rekeningnya di Bank Muamalat Indonesia ke Bank Syariah Mandiri

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA PALESTINA
Periode 29 Desember 2008 - 28 Februari 2010
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp5.520.970.353.00
BMI   
Rp 3.746.073.969.68
BSMRp 5.863.693.904.80
Donatur Langsung 
Rp 2.476.281.700.00
SMS Donasi (Perkiraan) Rp 954.952.350.00
Penukaran Mata Uang Asing*Rp 39.335.525.00
Konversi mata uang asing**Rp 390.792.125.00
Penjualan Barang*** 
Rp   17.800.000.00
Total Penerimaan s.d 28 Februari 2010
Rp

 19.009.899.927.48

 
Pengeluaran s.d 28 Februari 2010             Rp 5.065.601.407.14
Alokasi untuk pembangunan RS Gaza Rp13.000.000.000.00 
Saldo dana Palestina per 28 Feb '10 Rp

 944.298.520.30 19

 

Terima atas kepercayaan anda yang telah menyumbangkan donasi untuk Palestina. Semoga menjadi amal baik yang tercatat di sisi Allah SWT.

Info Kesehatan

Tanda khas batu kandung kemih pada anak-anak adalah saat anak kencing menarik-narik penisnya atau memegang-megang klitorisnya. Kadang anak juga menangis karena sakit.

Konsultasi Kesehatan

gigi bengkak terus menerus

Pertanyaan:Saya Retna mahasiswa umur 20 th, terus terang dok saya merasa terganggu sekali dengan gigi graham saya yang gak kempes-kempes... Baca

terdapat daging tumbuh diatas gusi pada anak 1 tahun

Pertanyaan  Dokter, anak saya yang berumur 1 tahun 7 bulan terdapat daging tumbuh di atas gusi sebelah kanan bawah. Bagaimana... Baca

rasa sakit yang luar biasa setelah gigi geraham dicabut

Pertanyaan:Salam dokter. Saya ingin bertanya, kemarin saya baru di cabut gigi geraham ke 2 dari belakang, karena gigi saya bolong,... Baca

Statistik Web

mod_vvisit_counterHari ini870
mod_vvisit_counterPekan ini2674
mod_vvisit_counterBulan ini6934
mod_vvisit_counterPengunjung451788
Kami memiliki 88 Tamu online
   
Events
Buka Puasa Bersama Relawan MER-C Buka Puasa Bersama Relawan MER-C  Markas MER-C yang biasanya sepi oleh relawan akan terasa ramai dan semarak ketika ada kegiatan relawan ataupun ketika ada persiapan misi kemanusiaan. Seperti Sabtu sore (21/8) kemarin, menje...
 
Artikel Kesehatan
Hiperbilirubinemia (Kuning) Pasca lahir Kuning Normal Penyebabnya ? Secara fisiologis, tubuh seseorang memproduksi sel darah merah, dan “membuang” atau memecah sel darah merah yang sudah tua, secara kontinyu. Produk buangan ...