Medical Emergency Rescue Committee

MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawat- daruratan medis.
MER-C mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.
MER-C berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil'aalamiin.
MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam.
MER-C merupakan lembaga kemanusiaan yang keanggotaannya disebut relawan (unpaid volunteers).

Lawan Kondomisasi Generasi Muda


Tanggal 1 Desember diperingati sebagai Hari AIDS Sedunia (HAS). Seperti tahun lalu, tahun 2008 ini KPAN (Komisi Penanggulangan AIDS Nasional),  BKKBN , dan DKT Indonesia dengan didukung oleh pemerintah dalam hal ini Menkokesra RI memperingatinya dengan menyelenggarakan “Pekan Kondom Nasional”. Kegiatan ini konon bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang penggunaan kondom sebagai alat Kesehatan dalam mengatasi penyebaran penyakit Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV/AIDS.

 

Namun apakah kampanye memperkenalkan kondom yang sudah menjadi tradisi tahunan ini adalah langkah yang tepat untuk mengurangi penyebaran virus HIV/AIDS yang mematikan tersebut?

Jawabannya adalah SAMA SEKALI TIDAK.

 
Dengan bermaksud sama, yaitu untuk memperingati Hari AIDS Sedunia, MER-C bersama dengan FUI (Forum Umat Islam) dan APSB (Aliansi Pemuda Selamatkan Bangsa) menggelar konferensi pers pada hari Kamis/4 Desember 2008 bertempat di kantor sekretariat MER-C. Namun tema yang diambil adalah “LAWAN KONDOMISASI GENERASI MUDA”. Karena sudah banyak data dan penelitian yang membuktikan bahwa kondom tidak bisa mencegah penularan virus HIV/AIDS. Kampanye mengenai penggunaan kondom malah akan memperluas perilaku seks bebas dan mempercepat penularan virus HIV/AIDS.
 
Siaran Pers

 

 

LAWAN KONDOMISASI GENERASI MUDA

(Dalam rangka memperingati Hari AIDS Sedunia)

 

Setiap satu jam, seorang pemuda di Indonesia terjangkit HIV. Demikian menurut data Komisi Penanggulangan AIDS NAsional (KPAN). Menurut estimasi Departemen Kesehatan, hingga September 2008, jumlah kasus HIV/AIDS di Indonesia sudah mencapai 21.151 kasus, yang terdiri dari 15.136 kasus AIDS dan 6.015 kasus HIV. Proporsi kelompok umur tertinggi  kasus AIDS adalah pada usia 20-29 tahun sebesar 51,1%. Proporsi terbanyak pada kurun usia 20-29 tahun tersebut, mengimplikasikan bahwa terjadi transmisi dan penularan virus HIV pada kurun waktu 5-10 tahun sebelumnya yaitu pada usia 10-19 tahun. Data ini tentu sangat memprihatinkan, karena generasi muda yang berusia produktif paling rawan terhadap penularan virus yang sangat mematikan ini. Bila pemerintah dan kita sebagai elemen masyarakat tidak mengambil langkah yang tepat untuk menghentikan penyebaran  virus yang saat ini sudah menjangkiti 32 propinsi yang ada di Indonesia, maka ke depan Indonesia akan mengalami “Lost Generations”.

Memperingati Hari AIDS Sedunia (HAS) yang jatuh pada tanggal 1 Desember, KPAN, BKKBN, DKT Indonesia menggelar Pekan Kondom Nasional yang diadakan pada tanggal 1-7 Desember 2008. Kegiatan ini diawali dengan Konferensi Kondom pada tanggal 1 Desember 2008 di Hotel JW Marriot yang dibuka oleh Menkokesra, Ir. H. Aburizal Bakrie.  Acara ini diselenggarakan dengan tujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran tentang penggunaan kondom sebagai alat kesehatan dalam mengatasi penyebaran Infeksi Menular Seksual (IMS), termasuk HIV.

Namun, apakah kampanye memperkenalkan kondom yang sudah menjadi tradisi tahunan ini adalah langkah yang tepat untuk mengurangi penyebaran HIV/AIDS yang mematikan tersebut?

Jawabannya adalah SAMA SEKALI TIDAK

 

Kampanye seperti ini justru bisa menimbulkan pemahaman yang salah terhadap penggunaan kondom yang nantinya malah meningkatkan penyebaran penyakit yang sudah menjangkiti 194 kabupaten di Indonesia.

Kondom tidak akan berpengaruh pada pengurangan penyebaran virus HIV/AIDS, karena:

  1. Proses penularan virus HIV tertinggi adalah melalui penggunaan napza suntik (49,1 %) dan hubungan seksual 46,2 % (heteroseksual 42,1 % dan homoseksual 4,1 %). Jadi narkoba dan perilaku seks bebas adalah penyebab utama penyakit ini terus menyebar dan berkembang pesat di Indonesia;
  2. Ukuran pori-pori kondom yang lebih besar dari ukuran virus HIV. Hasil penelitian mengenai ukuran kondom dan virus ini sebenarnya sudah tersebar luas. Namun ternyata tidak menjadi perhatian atau mungkin sengaja diabaikan oleh para aktifis penanggulangan HIV/AIDS. Data menunjukkan bahwa ukuran pori kondom adalah 1/60 mikron (dalam keadaan tidak merenggang) menjadi 1/6 mikron dalam keadaan merenggang. Sedangkan ukuran virus HIV/AIDS adalah 1/250 mikron. Virus HIV/AIDS bias sangat leluasa untuk menembus kondom.

Ketidakamanan kondom ini juga sudah diserukan oleh berbagai pihak di antaranya Ketua Gereja Khatolik Mozambique (Sep 2007), Gereja Katholik Vatikan, Alfonso Lopez Trujillo seorang cardinal senior dari Vatikan (2003) yang menyerukan bahwa kondom tidak aman bahkan kondom menyebabkan AIDS.

MER-C sebagai sebuah lembaga sosial yang berfokus pada bidang medis, merasa turut prihatin dengan kondisi yang tengah mengancam kesehatan dan kualitas hidup masyarakat. Dalam rangka turut berpartisipasi di Hari AIDS Sedunia, MER-C turut mengadakan kampanye penanggulangan HIV/AIDS melalui “LAWAN KONDOMISASI’ khususnya pada generasi muda.

Dalam rangka kampanye “LAWAN KONDOMISASI” ini, MER-C menyerukan kepada pemerintah, KPAN dan seluruh elemen terkait serta masyarakat luas untuk:

  1. Bersama-sama “memutus mata rantai” penularan virus HIV/AIDS dengan melarang NARKOBA dan SEKS BEBAS serta menindak tegas pengguna NARKOBA dan pelaku SEKS BEBAS;
  2. “Mengkarantina” dan membuat prosedur yang benar untuk proses pengobatan orang-orang yang sudah positif terinfeksi HIV/AIDS;
  3. Memberikan penjelasan yang transparan dan benar mengenai kondom, bahwa kondom dirancang untuk alat kontrasepsi, bukan dirancang sebagai alat untuk pencegahan virus HIV/AIDS sehingga adalah tidak benar dan menyesatkan kalau kondom dapat mencegah HIV/AIDS;
  4. Menolak promosi kondom dengan menbagi-bagikan secara gratis ke tengah-tengah masyarakat, terutama ke sekolah-sekolah yang nantinya akan mendorong perilaku seks bebas;
  5. Pengambilan sampel darah untuk pemeriksaan HIV/AIDS tidak perlu menggunakan inform concern.

 

 

 

 

Disampaikan pada Konferensi Pers
MER-C , FUI (Forum Umat Islam) dan Aliansi Pemuda & Masyarakat Selamatkan Bangsa
Hari Kamis/4 Desember 2008 di Sekretariat MER-C 

 

 

 

 
-
Click on the slide!

Relawan MER-C melakukan Soil investigation RS Indonesia

Click on the slide!

Relawan MER-C melakukan Soil Investigation untuk RS Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik UIG

Click on the slide!

Tim MER-C di Lokasi tanah waqaf untuk RS Indonesia di Bayt Lahiya

Click on the slide!

Tim MER-C bekerjasama dengan Laboratorium Mekanika tanah Fakultas Teknik UIG untuk melakukan pengukuran dan penilaian Kontur Tanah

Click on the slide!

dr. Joserizal di undang berbicara mengenai pembangunan RS Indonesia di Seminar dokter bedah di Gedung Pertemuan Rashid Sawa di Gaza.

Click on the slide!

Pertemuan antara TIm MER-C dengan Tim Teknik Kementrian Kesehatan Gaza

Click on the slide!

Tim MER-C menjelaskan kepada Pedana Menteri Ismail Haniyah mengenai struktur Bangunan RS Indonesia  di Bait Lahiyah

Click on the slide!

Relawan Misi Kemanusiaan ke Gaza - Palestina

Baner

Dukung Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina
Amanah "One Boat for Gaza"                                                      BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0153678  

Amanah Pembangunan RS Indonesia di Gaza                            BSM cab. Kramat              No. Rek. 009.0121.773      
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

Per tanggal 1 Juni 2009, MER-C memindahkan semua rekeningnya di Bank Muamalat Indonesia ke Bank Syariah Mandiri

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA PALESTINA
Periode 29 Desember 2008 - 28 Februari 2010
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp5.520.970.353.00
BMI   
Rp 3.746.073.969.68
BSMRp 5.863.693.904.80
Donatur Langsung 
Rp 2.476.281.700.00
SMS Donasi (Perkiraan) Rp 954.952.350.00
Penukaran Mata Uang Asing*Rp 39.335.525.00
Konversi mata uang asing**Rp 390.792.125.00
Penjualan Barang*** 
Rp   17.800.000.00
Total Penerimaan s.d 28 Februari 2010
Rp

 19.009.899.927.48

 
Pengeluaran s.d 28 Februari 2010             Rp 5.065.601.407.14
Alokasi untuk pembangunan RS Gaza Rp13.000.000.000.00 
Saldo dana Palestina per 28 Feb '10 Rp

 944.298.520.30 19

 

Terima atas kepercayaan anda yang telah menyumbangkan donasi untuk Palestina. Semoga menjadi amal baik yang tercatat di sisi Allah SWT.

Misi Kemanusiaan MER-C untuk Gempa Padang
BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0099339
BSM cab. Kramat             
No. Rek. 128.0011802
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA GEMPA PADANG
Periode 30 September 2009 - 30 Desember 2009
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp1.124.966.775,00
BSMRp779.377.975,63
Donatur Langsung
 Rp 499.778.550,00
Total
Rp2.404.123.300,63

Info Kesehatan

Tanda khas batu kandung kemih pada anak-anak adalah saat anak kencing menarik-narik penisnya atau memegang-megang klitorisnya. Kadang anak juga menangis karena sakit.

Konsultasi Kesehatan

gigi bengkak terus menerus

Pertanyaan:Saya Retna mahasiswa umur 20 th, terus terang dok saya merasa terganggu sekali dengan gigi graham saya yang gak kempes-kempes... Baca

terdapat daging tumbuh diatas gusi pada anak 1 tahun

Pertanyaan  Dokter, anak saya yang berumur 1 tahun 7 bulan terdapat daging tumbuh di atas gusi sebelah kanan bawah. Bagaimana... Baca

rasa sakit yang luar biasa setelah gigi geraham dicabut

Pertanyaan:Salam dokter. Saya ingin bertanya, kemarin saya baru di cabut gigi geraham ke 2 dari belakang, karena gigi saya bolong,... Baca

Statistik Web

mod_vvisit_counterHari ini484
mod_vvisit_counterPekan ini4115
mod_vvisit_counterBulan ini2273
mod_vvisit_counterPengunjung447126
Kami memiliki 98 Tamu online
   
Events
Buka Puasa Bersama Relawan MER-C Markas MER-C yang biasanya sepi oleh relawan akan terasa ramai dan semarak ketika ada kegiatan relawan ataupun ketika ada persiapan misi kemanusiaan. Seperti Sabtu sore (21/8) kemarin, menjelang s...
 
Artikel Kesehatan
Hiperbilirubinemia (Kuning) Pasca lahir Kuning Normal Penyebabnya ? Secara fisiologis, tubuh seseorang memproduksi sel darah merah, dan “membuang” atau memecah sel darah merah yang sudah tua, secara kontinyu. Produk buangan ...