Pertemuan Tim MER-C dengan Dubes RI untuk Mesir, AM Fachir dan staf KBRI Mesir berlangsung sejak pukul 10.30 waktu setempat. Setelah mengenalkan anggota rombongan, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT selaku Ketua Tim menjelaskan program MER-C yang berkaitan dengan Rehabilitasi Gaza. Selain menyinggung tentang rencana pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza, dr. Joserizal juga menyampaikan insiden Mavi Marmara yang menimpa relawan MER-C dan langkah yang akan diambil oleh TPM (Tim Pengacara Muslim) untuk mengajukan penuntutan ke Komisi HAM PBB di Jenewa dan International Crime Court di Brussel. Dalam pertemuan tersebut, Tim MER-C juga menjelaskan tentang rencana pelayaran ke Gaza menggunakan “Perahu Phinisi”. Pelayaran bertujuan untuk mengkampanyekan pembukaan blokade atas Gaza.
Detail mengenai rancang bangun serta mekanisme pembangunan Rumah Sakit Indonesia giliran dijabarkan oleh Ir. Faried Thalib selaku Ketua Divisi Konstruksi MER-C.
Pada kesempatan tersebut, Dubes RI untuk Mesir menyampaikan apresiasinya atas seluruh usaha bantuan kemanusian untuk Gaza. Beliau juga menjelaskan tentang dinamika perijinan untuk bantuan kemanusiaan melalui Mesir seraya mengingatkan bahwa seluruh tahapan ada prosedurnya. “Sehingga wajar jika ada sebagian yang bisa mendapat izin dan yang lain tidak mendapat izin, terlepas dari masa penantian lama atau sebentar,” jelas Dubes RI untuk Mesir kepada Tim Relawan MER-C. Pihak KBRI berjanji akan terus memfasilitasi usaha-usaha penyaluran bantuan kemanusiaan ini.
Sementara itu, saat ini 5 relawan MER-C sudah mengantongi surat izin masuk ke Gaza dari Kementerian Luar Negeri Mesir, surat izin relawan lainnya masih dalam proses.








