Dua dari empat relawan MER-C yang ikut berlayar dengan kapal “Mavi Marmara” akan tiba di Jakarta hari ini (19/6). Kedua relawan tersebut adalah Nur Fitri Taher dan dr. Arief Rachman. Keduanya bertolak dari Istanbul Turki pada Jum’at malam dengan menggunakan penerbangan yang berbeda. Nur Fitri menggunakan Turkish Airlines dan dijadwalkan akan tiba di Bandara Soeta pada pukul 17.25, sementara dr. Arief Rachman menggunakan Qatar Airways dijadwalkan akan tiba lebih malam yaitu pada pukul 21.30.
Sementara dua relawan MER-C lainnya, Ir. Nur Ikhwan dan Abdillah Onim, hingga saat ini masih berada di Amman Yordania menunggu izin visa masuk ke Mesir yang belum kunjung didapat. Alasan lainnya mereka tetap bertahan di Yordania adalah mendampingi Surya Fachrisal, wartawan Hidayatullah yang mengalami luka tembak tentara Israel.
Sebagai satu-satunya dokter asal Indonesia yang ikut dalam kapal “Mavi Marmara”, maka sebelumnya dr. Arief Rachman juga ditugaskan untuk mendampingi Surya Fachrisal. Namun setelah kondisi Surya mulai membaik, dr. Arief Rachman pada hari Selasa (15/6) segera terbang ke Istanbul Turki menyusul Nur Fitri yang sudah lebih dulu berada di sana. Nur Fitri selaku Ketua Tim untuk Misi MER-C kali ini memang sejak awal dirinya dibebaskan oleh Israel diinstruksikan untuk tidak langsung pulang ke Tanah Air. Nur Fitri mendapat tugas untuk kembali ke Turki berkoordinasi dengan organisasi IHH dan NGO partisipan “Freedom Flotilla” lainnya, serta menindaklanjuti kemungkinan kerjasama dengan IHH untuk program pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Gaza.
Sementara menunggu visa dari Kedubes Mesir di Yordania, dr. Arief memutuskan untuk bertolak Turki. Kunjungannya ke Turki cukup penting karena sejak insiden penyerangan Israel kepada Kapal “Mavi Marmara” yang mengakibatkan 9 relawan tewas, IHH saat ini tengah menyusun langkah-langkah hukum dan melengkapi bahan-bahan untuk menggugat Israel. Bahan-bahan gugatan dikumpulkan dari kesaksian seluruh partisipan “Freedom Flotilla”. Kesaksian dr. Arief sebagai tenaga medis dikhususkan untuk memberikan laporan kasus WNI Surya Fachrisal yang apabila dilihat dari lukanya kemungkinan Israel menembaknya dari arah atas (helicopter).
Berdasarkan kabar terakhir, apabila visa Mesir tidak juga keluar sampai hari ini, maka dua relawan MER-C yang berada di Yordania, Abdillah Onim dan Ir. Nur Ikhwan akan kembali ke Indonesia bersama Surya Fachrisal. Ketiga WNI ini rencananya akan tiba di Jakarta hari Senin mendatang.
Pasca tibanya seluruh relawan di Tanah Air, MER-C akan melakukan serangkaian tes kesehatan lanjutan bagi relawannya untuk mencek kadar arsen, merkuri dan zat radio aktif. MER-C juga akan segera mengumpulkan kesaksian semua relawannya sebagai bahan untuk menggugat Israel. Langkah-langkah hukum ini akan dilakukan dengan bantuan advokasi dari TPM (Tim Pengacara Muslim). Selain itu, MER-C akan terus berpartisipasi melakukan kampanye bersama dengan lembaga dan warga dunia lainnya untuk membuka blokade Gaza. Relawan MER-C juga akan kembali berupaya menempuh berbagai cara untuk bisa masuk ke Gaza baik via darat maupun laut guna memulai program Pembangunan RS Indonesia di Gaza. ***








