Jakarta (2/1): Senin/2 Februari 2009 Tim MER-C melakukan audiensi dengan Menteri KesehatanRI, DR. dr. Siti Fadilah Supari, Sp.JP (K)., di kantornya Gedung Departemen Kesehatan RI. Audiensi yang dimulai pada pukul 13.00 WIB juga dihadiri oleh lembaga sosial Peduli Palestina lainnya dan juga sejumlah wartawan dari media cetak dan elektronik. Pada audiensi ini Tim MER-C diwakili oleh dr. Joserizal Jurnalis, Sp.OT. (Presidium dan Ketua Tim MER-C untuk Palestina), dr. Henry Hidayatullah (Presidium MER-C), M. Mursalim, Ichsan Thalib (Divisi Konstruksi MER-C) dan Rini Nurmarita (Divisi Humas MER-C).
Rencana Pembangunan RS Permanen di Gaza
Selain untuk melaporkan kegiatan misi kemanusiaan MER-C, Tim MER-C juga menyampaikan rencana Pembangunan Rumah Sakit Permanen di Gaza Palestina. Pada kesempatan tersebut, Tim MER-C melaporkan kepada Ibu Menkes RI bahwa Tim atas nama Indonesia telah melakukan penandatangan MOU Pembangunan Rumah Sakit Permanen dengan Menkes Palestina di Gaza. Penandatanganan ini dilakukan pada hari Jum’at (23/1) setelah Tim melihat kondisi fasilitas kesehatan di Gaza yang terkena agresi militer Israel. Tim MER-C juga memberikan 1 berkas MOU asli kepada Menkes RI.
Terkait rencana pembangunan Rumah sakit, Divisi Kontruksi MER-C telah membuat gambar rancang bangun Rumah Sakit tersebut dan perkiraan biaya pembangunan. Rumah sakit direncanakan terdiri dari 2 lantai dengan luas bangunan sekitar 3.000 m2 diperkirakan akan memakan biaya awal pembangunan mencapai Rp 20 Milyar. MER-C pada kesempatan tersebut, juga langsung menyatakan komitmennya bahwa MER-C dengan menggunakan donasi dari rakyat Indonesia akan memberikan Rp 10 Milyar untuk biaya pembangunan. Untuk melengkapi peralatan medis Rumah Sakit, MER-C akan terus melakukan penggalangan dana untuk Palestina.
Menkes RI menyatakan dukungannya pada rencana Pembangunan Rumah Sakit Permanen ini yang menurutnya sangat bermanfaat bagi warga Gaza. Bahkan, Menkes pada saat itu, juga langsung menyatakan bahwa Pemerintah RI melalui Departemen Kesehatan RI akan memberi bantuan dana pembangunan RS Rp 10 Milyar. Sehingga total dana awal pembangunan yang sudah terkumpul sebesar Rp 20 Milyar.
Pembangunan RS ini akan dimulai segera setelah situasi di Gaza sudah memungkinkan. Kontraktor pembangunan RS akan dipilih dari kontraktor yang ada di Gaza. Pembangunan ini akan diawasi langusng oleh Relawan dari Divisi Konstruksi MER-C yang akan dikirimkan secara berkala ke Gaza, Palestina.






