Jakarta (31/12): MER-C akan mengirimkan 5 relawannya ke Palestina yang semula direncanakan hanya 3 orang. Hal ini dimungkinkan karena mulai masuknya dana bantuan dari masyarakat Indonesia ke rekening dan sms donasi MER-C untuk Palestina. Formasi Tim MER-C untuk Palestina awalnya hanya terdiri dari 1 dokter spesialis bedah tulang, 1 dokter umum dan 1 relawan non medis sebagai logistik dan pendata. Seiring dengan penambahan donasi Palestina, MER-C memutuskan untuk menambah 2 relawan lagi, yaitu dokter spesialis anatesi (ahli bius) dan 1 relawan non medis. Penambahan ini, khususnya dokter spesialis anastesi dilakukan untuk lebih mendukung tindakan operasi bedah MER-C di lapangan.
Tim MER-C akan masuk ke Palestina melalui Mesir yang berbatasan langsung dengan Jalur Gaza tempat penyerangan utama Israel. Tim MER-C mengharapkan bisa masuk ke Jalur Gaza untuk membantu warga Gaza yang menjadi korban penyerangan Israel.
“Kami menyadari kesulitan khususnya akses masuk yang akan dihadapi karena perbatasan antara Mesir dan Jalur Gaza yang dijaga sangat ketat oleh tentara Mesir dan tentara Israel,†ungkap dr. Joserizal Jurnalis selaku Ketua Tim. Lebih lanjut dokter spesialis bedah tulang ini menjelaskan rencana timnya bahwa Tim MER-C akan standby di perbatasan sampai bisa mendapat akses masuk ke Jalur Gaza. Apabila Tim MER-C bisa masuk ke Jalur Gaza, maka Tim akan melakukan operasi kepada para korban. Namun apabila ternyata Tim MER-C tidak bisa masuk ke Jalur Gaza, maka Tim MER-C akan berperan sebagai transporter.
“Bila bantuan tidak dapat kami berikan langsung, maka bantuan tersebut hanya akan kami serahkan melalui Lembaga Palestina yang ada di Gaza,†tegas dr. Joserizal.






