Jum’at (23/10): Selain program di RS, program pelayanan medis keliling (mobile clinic) juga masih terus berjalan. Sejak hari Kamis, MER-C menetapkan 2 wilayah mobile clinic, yaitu Koto Tinggi dan Malala Barat. Kedua wilayah ini dipilih karena akses menuju wilayah ini yang sulit dan hampir semua kondisi bangunan rusak berat bahkan ada yang rata dengan tanah. Selain itu, Tim MER-C juga mendapat informasi bahwa di wilayah Malala terdapat kasus diare yang apabila tidak segera ditangani dikhawatirkan akan menjadi wabah.

Sejak Kamis (22/10), MER-C menempatkan Tim-nya di Koto Tinggi. Tim ini akan secara berkala bergerak ke wilayah Malala yang berjarak sekitar 7 km untuk memberikan pelayanan kesehatan dan melakukan assessment. Dari hasil assessment di wilayah Malala, ternyata penyakit yang banyak ditemui adalah penyakit kulit scabies. Penyakit ini muncul karena kurangnya kebersihan dan air bersih. Berdasarkan hal tersebut, MER-C merencanakan program pengadaan air bersih bagi warga Malala serta pembangunan Jamban (MCK)
Rencananya Tim MER-C akan bertugas selama 4 hari ke depan di kedua wilayah ini atau diperpanjang sesuai kondisi dan kebutuhan di wilayah setempat atau sampai program pengadaan air bersih dan MCK selesai.






