Hingga hari ke-19 pasca bencana gempa bumi Sumatera Barat, MER-C telah mengirimkan 14 Tim yang terdiri dari relawan dokter spesialis, dokter umum, perawat, psikolog dan relawan logistik serta evakuasi ke lokasi bencana. Relawan yang dikirimkan tidak hanya dari Jakarta, tapi juga relawan medis dari cabang dan perwakilan MER-C daerah seperti Yogyakarta, Solo, Semarang, Malang, Medan dan Makassar. MER-C akan terus mengirimkan relawan medis dan non medis secara rolling dan berkala ke wilayah gempa di Sumatera Barat khususnya Padang Pariaman dengan masa tugas minimal 1 minggu. Rolling dan rotasi ini rencananya akan dilakukan hingga 2 bulan ke depan.
Sementara di RSUD Pariaman, Tim Bedah MER-C sudah melakukan 51 operasi bedah tulang kepada para korban gempa yang dirujuk ke Rumah Sakit tersebut. Saat ini Tim Medis MER-C masih menangani dan melakukan perawatan intensif pasca operasi bagi para korban gempa di bangsal rawat inap darurat RSUD Pariaman. Dalam 3 hari terakhir ini, jumlah pasien yang dirawat MER-C di RSUD Pariaman telah berkurang separuhnya karena sebagian sudah dipulangkan. Pasien yang dipulangkan dibekali dengan kursi roda atau tongkat sebagai alat bantu pasien untuk beraktifitas kembali. Pasien-pasien yang belum dipulangkan disebabkan karena masih memiliki masalah tambahan seperti infeksi sistemik, gangguan jantung atau masalah pernapasan. Selama seminggu ini, Tim RS MER-C akan berfokus pada pemulangan pasien kepada keluarganya.
Jika perawatan pasien di RS ini sudah berakhir, maka program MER-C selanjutnya akan difokuskan pada program mobile clinic atau pelayanan kesehatan keliling dengan membentuk posko-posko kesehatan satelit di sejumlah wilayah gempa di Padang Pariaman.






