Pada hari kedatangan Tim di Padang Pariaman (2/10), hari itu juga sekitar jam 3 sore Tim mobile clinic dibagi lagi menjadi 2 Tim kecil untuk melakukan survai lokasi gempa di sekitar Padang Pariaman. Tim pertama terdiri dari 3 dokter dan 2 non medis bergerak menuju ke Kampong Dalam. Tim Kedua terdiri dari 4 dokter, 1 perawat dan 1 non medis bergerak menuju Padang Alai.
Wilayah Kampung Dalam, sampai hari ke-2 hari pasca bencana masih belum mendapat bantuan kesehatan dan maupun bantuan logistik. Jumlah penduduk yang pengungsi sekitar 1.000 orang, tapi tidak semua pengungsi tinggal di satu posko. Di wilayah ini sebanyak 5 orang meninggal dunia. Kerusakan bangunan akibat gempa mencapai 75% terdiri dari rumah warga, masjid dankantor desa yang mengalami kerusakan di daerah sikucur selatan. Ada 4 desa di dalam satu jorong (desa) yang mengalami kerusakan. Gempa juga menyebabkan jaringan listrik mati dan jaringan air PAM mati. Saat tim tiba, tampak TNI sedang membangun beberapa tenda untuk pengungsi, salah satunya di Pasar Basung.
Untuk kesehatan, baru perawat dari Puskesmas yang memberikan pelayanan. Tim MER-C terus bergerak ke dalam, sekitar jarak tempuh 1 jam perjalanan, Tim dicegat oleh warga korban gempa untuk memberikan bantuan medis. Di wilayah ini, Tim MER-C melayani sekitar 20 orang pasien dengan 2 orang memerlukan tindakan.
Sementara Tim ke-2 yang melakukan survai ke wilayah Padang Alai, sepanjang jalan Tim melihat langsung kerusakan yang sangat parah. Kerusakan bangunan sekitar 85% dan bangunan yang layak pakai hanya tersisa sekitar 10%. Di jalan utama terdapat kerusakan jalan dengan kondisi jalan terbelah dan di beberapa titik banyak terdapat jalan longsor yang bisa membahayakan masyarakat yang melintasinya jika tidak berhati-hati.
Setelah mendapat sejumlah data dan informasi yang diperlukan semua Tim kembali berkumpul di posko utama. Malamnya, semua tim berkumpul untuk melakukan koordinasi menentukan kegiatan esok hari.






