Dari Mataram Ketua Pengawas Klinik MER-C seluruh Indonesia, Islamiyah Samaun, langsung mengunjungi Klinik Sosial BNI dan MER-C lainnya yang berada di Pulau Dewata Bali. Bekerjasama dengan PT BNI 46, MER-C menyelenggarakan satu program klinik sosial di wilayah yang sangat terkenal dengan industri pariwisatanya. Klinik yang mulai beroperasi sejak akhir tahun 2007 ini terletak di Kampung Jawa, di Jalan Ahmad Yani.
Letak klinik yang berada di lingkungan yang padat dan kumuh serta jarak Puskesmas yang cukup jauh membuat keberadaan klinik cukup dibutuhkan oleh masyarakat. Hal ini dapat dilihat dari jumlah pasien klinik rata-rata mencapai 300-400 orang perbulan. Bahkan pada bulan Mei 2010, jumlah pasien menembus angka 420 orang.

Sebagian besar pasien klinik adalah buruh, pedagang dan tukang cuci. Salah satu pasien “setia” klinik adalah Ibu Tuah, 30 th. Ketika Ketua Pengawas Klinik sedang melakukan supervisi terhadap kondisi dan pelayanan klinik, ibu Tuah datang ke klinik dengan membawa kedua anaknya untuk berobat. Keluhan kedua anaknya sama, yaitu ISPA.

Sebenarnya bukan penyakit yang berat, namun yang menjadi perhatian adalah kondisi kedua anaknya yang cacat. Anak yang besar berumur 7 tahun, menderita tuna wicara. Anak yang kedua berumur 4 tahun, menderita polio. Tapi bagaimanapun kondisinya, kedua anak ini adalah harapan ibu Tuah, karena dua anaknya yang lain telah meninggal dunia ketika mereka masih kecil. Ditengah kondisi ekonomi yang pas-pasan bahkan kurang karena suaminya hanya berdagang kecil-kecilan, tentu hal ini sangat berat bagi ibu Tuah dan keluarga.

Semoga keberadaan klinik sosial BNI dan MER-C di wilayah ini bisa membantu pemerintah setempat terutama masyarakatnya dalam meningkatkan derajat kesehatan mereka.








