Medical Emergency Rescue Committee

MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawat- daruratan medis.
MER-C mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.
MER-C berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil'aalamiin.
MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam.
MER-C merupakan lembaga kemanusiaan yang keanggotaannya disebut relawan (unpaid volunteers).

Bangkitnya Negeri Bencana : Mobile Clinic Klinik BNI dan MER-C di Nias

Bangkitnya negeri bencana, begitu tertulis di sampul buku petunjuk wisata Pulau Nias, dibawah tulisan itu terpampang potret seorang pria nias dengan baju adat warna hitam sedang melakukan hombo batu-lompat batu- tradisi khas masyarakat Nias Selatan. Tradisi yang menggambarkan sebuah semangat dan kemauan keras untuk mencapai keberhasilan. Buku petunjuk wisata yang dikeluarkan pemerintah daerah ini mulai banyak beredar di Nias, sebuah usaha untuk menginformasikan bahwa Nias sudah mulai berbenah menjadi lebih baik. Kepulauan, yang menjadi bagian dari Provinsi Sumatera Utara dan  anak-anak pulaunya tersebar di Samudra Indonesia memang akrab dengan bencana, bahkan sampai saat ini gempa-gempa kecil masih sering menggetarkan permukaan pulau dan menimbulkan bekas retak-retak pada tanah.

Kali ini Program Mobile Clinic Klinik BNI dan MER-C di Medan mengunjungi Pulau Nias. Berangkat mulai tanggal 10 Oktober sampai 16 Oktober 2008. Jalan darat dari Nias ke Sibolga, kota penyeberangan ke Nias, ditempuh selama 10 jam dari Medan, sedangkan menyeberang ke Pulau Nias dengan menumpang kapal motor ferry selama 10 jam lagi. Tim mobile clinic yang terdiri atas empat orang personil, dua dokter, satu perawat dan satu farmasist, pertama sekali mengunjungi dulu dokter PTT MER-C yang bertugas di Klinik BNI dan MER-C di Nias Utara, yaitu dr. Roni Batara, bertempat di Pesantren Hidayatullah, Nias. Selain untuk silaturahmi, kunjungan ini juga bertujuan melengkapi sebagian obat-obatan mobile clinic yang didapat dari Klinik BNI dan MER-C di Nias.

 

Setelah menyiapkan obat-obatan, Tim mobile clinic langsung menuju Nias Tengah, 110 km dari Nias Utara, memakan waktu dua jam dengan mobil, sesampainya di daerah Togizita, Nias Tengah, perjalanan dilanjutkan dengan berjalan kaki ke arah bukit Dao-dao Satua, tempat tertinggi di Nias, yang ditempuh selama 5 jam menembus hutan dan dipandu oleh penduduk setempat. Tim kemudian menginap di rumah-rumah penduduk di Dusun Hilituwese, tempat bakti kemanusiaan akan dilakukan.

Pengobatan umum dilakukan dua sesi, pertama pada tanggal 14 Oktober 2008 malam dan pada pagi hari tanggal 15 Oktober 2008, tercatat 102 pasien yang mengikuti pengobatan umum, salah satu rumah penduduk dijadikan tempat pemeriksaan.

“Kami tidak menyangka bapak-bapak mau datang ke tempat kami, sudah lama kami tidak pernah menjumpai ina doto (ibu dokter) dan ama doto (bapak dokter),” demikian ungkap Ataroa, salah seorang pemuda setempat.

Daerah hilituwese dan sekitarnya dijadikan tempat mobile clinic karena sudah lama daerah terpencil ini tidak mendapat pelayanan kesehatan. Begitu banyak bantuan kemanusiaan yang terkonsentrasi di kota dan pelabuhan, namun desa-desa di pegunungan dan bukit-bukit di Nias tidak mendapat bantuan karena medanindependent dan netral untuk orang-orang yang paling membutuhkan dan menerapkan konsep Islam sebagai Rahmatan lil Alamin, maka MER-C memutuskan untuk masuk ke daerah yang mayoritas penduduknya beragama Kristen Katolik ini. yang sulit dan jauh. Sesuai dengan prinsip MER-C yang begerak dengan

Terdapat 48 orang anak dan balita yang mendapat pengobatan, dan semuanya belum pernah mendapatkan imunisasi, baik BCG, apalagi hepatitis B dan Polio, karena tidak ada layanan posyandu yang sampai ke lokasi, dan penduduk juga tidak pernah dapat informasi tentang kapan layanan posyandu terdekat dilaksanakan, pemahaman penduduk terhadap pentingnya imunisasi juga masih rendah.

Data lain yang lebih mencengangkan adalah hampir semua kelahiran di daerah ini persalinannya tidak pernah dibantu oleh bidan atau dukun beranak terlatih, persalinan dilakukan sendiri dibantu oleh keluarga dengan cara-cara tradisional, tidak heran angka kematian ibu dan balita tinggi, bahkan seorang ibu rumah tangga mengaku bahwa dari 16 orang anaknya, hanya tersisa delapan karena yang lain meninggal saat masih balita.

Kendala lain yang dihadapi Tim mobile clinic Klinik BNI dan MER-C adalah bahasa, jumlah penduduk yang lancar bahasa Indonesia bisa dihitung dengan jari, mereka biasanya pemuda yang pernah merantau ke luar nias, atau sudah sekolah sampai SMA, sebagian besar sisanya tidak mengerti bahasa Indonesia. Dari 29 ibu rumah tangga yang berobat, tak seorangpun yang mampu berbahasa Indonesia. Dan, dari 32 orang anak usia 7 sampai 17 tahun yang bersekolah, hanya tiga orang yang cukup lancar berbahasa Indonesia, sisanya tidak bisa atau hanya bisa berbicara terpatah-patah.

Selain mengadakan pengobatan umum, Tim mobile clinic juga melakukan pemeriksaan darah tepi untuk malaria dan melakukan analisis kondisi masyarakat secara lebih objektif dengan metode Partisipatory Rural Appraisal (PRA), yang meliputi survai kesehatan sederhana, focus group discussion, dan mapping potensi desa.

“Program Mobile clinic seperti ini sebenarnya punya potensi besar, tidak hanya untuk memberikan pengobatan, tapi sifatnya yang mobile dan mampu menjangkau daerah-daerah terpencil memungkinkan masyarakat yang paling marginal bisa terlayani. Kondisi masyarakat setempat juga bisa tersampaikan kepada khalayak, karenanya selain pengobatan, kita melakukan pengkajian kondisi masyarakat sehingga mampu melihat masalah kesehatan di suatu daerah lebih komprehensif,” demikian penjelasan Marissa Noriti,S.Farm., koordinator kegiatan mobile clinic’. Ya’ahowu!. ini

 
-
Click on the slide!

Pelayanan Medis bagi Korban Banjir Wanita dan Anak-anak di wilayah Gujrat

Click on the slide!

Kehancuran yang Disebabkan Banjir Bandang di Pakistan

Click on the slide!

Tim MER-C dan PIMA bersiap Menuju Multan, Pakistan Bagian Selatan

Click on the slide!

Tenda Pengungsian Korban Banjir di Gujrat-Pakistan yang Dikunjungi Tim MER-C

Click on the slide!

Relawan MER-C melakukan Soil Investigation untuk RS Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik UIG

Click on the slide!

Tim MER-C di Lokasi tanah waqaf untuk RS Indonesia di Bayt Lahiya

Click on the slide!

Tim MER-C menjelaskan kepada Pedana Menteri Ismail Haniyah mengenai struktur Bangunan RS Indonesia  di Bait Lahiyah

Baner

Dukung Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina
Amanah "One Boat for Gaza"                                                      BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0153678  

Amanah Pembangunan RS Indonesia di Gaza                            BSM cab. Kramat              No. Rek. 009.0121.773      
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

Per tanggal 1 Juni 2009, MER-C memindahkan semua rekeningnya di Bank Muamalat Indonesia ke Bank Syariah Mandiri

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA PALESTINA
Periode 29 Desember 2008 - 28 Februari 2010
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp5.520.970.353.00
BMI   
Rp 3.746.073.969.68
BSMRp 5.863.693.904.80
Donatur Langsung 
Rp 2.476.281.700.00
SMS Donasi (Perkiraan) Rp 954.952.350.00
Penukaran Mata Uang Asing*Rp 39.335.525.00
Konversi mata uang asing**Rp 390.792.125.00
Penjualan Barang*** 
Rp   17.800.000.00
Total Penerimaan s.d 28 Februari 2010
Rp

 19.009.899.927.48

 
Pengeluaran s.d 28 Februari 2010             Rp 5.065.601.407.14
Alokasi untuk pembangunan RS Gaza Rp13.000.000.000.00 
Saldo dana Palestina per 28 Feb '10 Rp

 944.298.520.30 19

 

Terima atas kepercayaan anda yang telah menyumbangkan donasi untuk Palestina. Semoga menjadi amal baik yang tercatat di sisi Allah SWT.

Misi Kemanusiaan MER-C untuk Gempa Padang
BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0099339
BSM cab. Kramat             
No. Rek. 128.0011802
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA GEMPA PADANG
Periode 30 September 2009 - 30 Desember 2009
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp1.124.966.775,00
BSMRp779.377.975,63
Donatur Langsung
 Rp 499.778.550,00
Total
Rp2.404.123.300,63

Info Kesehatan

Tiga gejala khas kanker ginjal adalah nyeri pinggang, munculnya tumor (benjolan) di pinggang dengan cepat dan hematuria (kencing bercampur darah).

Konsultasi Kesehatan

gigi bengkak terus menerus

Pertanyaan:Saya Retna mahasiswa umur 20 th, terus terang dok saya merasa terganggu sekali dengan gigi graham saya yang gak kempes-kempes... Baca

terdapat daging tumbuh diatas gusi pada anak 1 tahun

Pertanyaan  Dokter, anak saya yang berumur 1 tahun 7 bulan terdapat daging tumbuh di atas gusi sebelah kanan bawah. Bagaimana... Baca

rasa sakit yang luar biasa setelah gigi geraham dicabut

Pertanyaan:Salam dokter. Saya ingin bertanya, kemarin saya baru di cabut gigi geraham ke 2 dari belakang, karena gigi saya bolong,... Baca

Statistik Web

mod_vvisit_counterHari ini584
mod_vvisit_counterPekan ini4215
mod_vvisit_counterBulan ini2373
mod_vvisit_counterPengunjung447226
Kami memiliki 68 Tamu online
   
Events
Buka Puasa Bersama Relawan MER-C Markas MER-C yang biasanya sepi oleh relawan akan terasa ramai dan semarak ketika ada kegiatan relawan ataupun ketika ada persiapan misi kemanusiaan. Seperti Sabtu sore (21/8) kemarin, menjelang s...
 
Artikel Kesehatan
Hiperbilirubinemia (Kuning) Pasca lahir Kuning Normal Penyebabnya ? Secara fisiologis, tubuh seseorang memproduksi sel darah merah, dan “membuang” atau memecah sel darah merah yang sudah tua, secara kontinyu. Produk buangan ...