Medical Emergency Rescue Committee

MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawat- daruratan medis.
MER-C mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.
MER-C berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil'aalamiin.
MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam.
MER-C merupakan lembaga kemanusiaan yang keanggotaannya disebut relawan (unpaid volunteers).

Meski Mabuk Masih Ingat Anak

Kisah ini terjadi saat saya sedang bertugas membantu Puskesmas Pembantu (Pustu) di Desa Iwaka. Desa Iwaka berjarak lebih kurang 25 km dari posko Klinik Sosial BNI Berbagi – MER-C di Desa Karang Senang (SP 3). Desa Iwaka merupakan perkampungan yang mayoritas dihuni oleh masyarakat asli Papua, suku Kamoro. Perkampungan ini jarang dihuni oleh penduduknya, karena biasanya sebagian besar masyarakat pergi ke hutan sambil membawa sanak keluarganya. Sehingga tak heran bila SD Iwaka sering hanya dihadiri oleh separuh anak didiknya.

Pola hidup masyarakatnya masih terbelakang, baik dari segi kebudayaan, ekonomi atau pendidikan. Terlebih lagi budaya mabuk yang biasanya dilsayakan oleh kaum lelaki dewasa. Entah darimana asalnya budaya itu di masyarakat papua. Tapi menurut mereka, budaya itu tidak pernah ada dalam sejarah masyarakat asli Papua. Mungkin budaya yang salah terjadi karena pengaruh budaya asing yang diadaptasi oleh masyarakat asli hingga sekarang.


Biasanya begitu ada uang banyak, baik itu karena baru mendapatkan gaji atau mendapatkan rezeki dari hasil mendulang emas di sungai pembuangan limbah PT Freeport, secara berkelompok para lelaki dewasa ini akan berkumpul membeli minuman keras dan mabuk-mabukan. Keesokan harinya mereka bisa bergelimpangan di tengah jalan seperti gelandangan.

Seperti biasa setiap hari Senin adalah jadwal Tim Medis Klinik Sosial BNI Berbagi – MER-C Timika memberikan pelayanan kesehatan di Desa Iwaka membantu pustu yang sudah ada di sana. Senin, 12 November 2007 adalah jadwalku. Hari itu jumlah pasien tidak terlalu banyak, hanya berkisar belasan. Setelah menanti hingga jam 11 lebih, tidak ada tanda-tanda penduduk yang akan berobat juga akhirnya saya dan perawat yang bertugas memutuskan untuk kembali ke posko.Tetapi di tengah jalan ternyata ada dua orang mabuk yang sedang melintas. Salah satunya sambil berjalan mendekati motor kami sambil menunjuk-nunjuk ke arah sebuah rumah. Dari teras rumah yang ditunjuk tampak beberapa orang mama-mama (panggilan untuk ibu di papua) mengayunkan tangannya seperti memanggil. Akhirnya saya dan perawat turun dari motor mendekati rumah tersebut.

Rupanya mama-mama tersebut ingin mengobati anaknya, tetapi karena tidak tahu kalau ada petugas dari Klinik Sosial BNI Berbagi – MER-C di Pustu mereka baru memanggil setelah melihat. Hal ini disebabkan sudah beberapa minggu ini tidak ada petugas Pustu yang bertugas. Saya berdiskusi sebentar mengenai kasus pasien-pasien yang akan berobat. Tiba-tiba bapak yang sedang mabuk mendatangi rumah sambil mendekati kami berteriak ”Dokter...! Ko periksa itu dulu...Dokter!”. Dia berjalan kembali sambil jarinya menunjuk ke arah anak kecil yang ternyata anaknya, kali ini nyaris jatuh karena tidak bisa menjaga keseimbangan tubuhnya.
Entah mengapa tiba-tiba si bapak marah dan berjalan ke arah balok kayu yang berukuran cukup besar seperti hendak mengambil. Tetapi karena balok kayunya cukup besar si bapak tak cukup kuat mengangkatnya sehingga kembali si bapak terjatuh. Kali ini salah seorang mama yang ada di rumah tersebut mengangkat si bapak dan membawanya jauh dari kami.

Akhirnya setelah memeriksa dua orang anak kecil dan dua remaja perempuan di rumah tersebut kami kembali ke Pustu untuk mengambil obat-obatan. Di tengah jalan menuju Pustu ternyata ada satu orang lagi yang tengah mabuk jalan terhuyung-huyung. Situasi tersebut membuat kami kurang nyaman dan meningkatkan kewaspadaan. Karena sudah banyak cerita di koran lokal timika, kejahatan dipicu karena alkohol yang memabukkan.

Menjelang tiba di Pustu, masih ada satu orang bapak setengah baya yang juga menatap tajam ke arah kami sambil membawa parang. Yang ada di pikiranku saat itu adalah jangan-jangan bapak tua ini juga tengah mabuk, kami pun berlalu. Saat sedang mempersiapkan obat-obatan di Pustu, tiba-tiba bapak tua tadi masuk. ”Gawat!” pikirku saat itu. Jangan-jangan bapak tua ini jua mabuk, apalagi sambil membawa parang. ”Siang dokter. Saya mau berobat”, kata bapak tua tadi. Upps, syukurlah ternyata bapak ini tidak mabuk dan sekadar mau berobat. Setelah bapak tua di periksa dan diberi obat, si bapak tua mengingatkan agar berhati-hati saat pulang karena ada orang mabuk.

Sekembalinya dari Pustu saat hendak tiba di rumah tempat pasien-pasien tersebut berada. Tetapi saat ini bukan cuma satu orang yang mabuk, masih ada tiga orang lagi mabuk. Tapi untungnya jaraknya cukup jauh dari rumah pasien, dan bapak yang anaknya sakit tadi sedang tertidur tidak sadar di teras. Setelah memberikan obat dan menjelaskan cara minumnya, kami pun kembali ke posko diiringi ucapan terima kasih dari pasien.

Kasihan masyarakat lokal ini, kehidupan mereka rusak karena budaya luar yang tidak baik. Semoga kehidupan mereka menjadi lebih baik di masa mendatang.


*Kisah dari dr. Salkamal, Relawan Dokter MER-C yang bertugas di Klinik Sosial Timika - Papua

 
-
Click on the slide!

Pelayanan Medis bagi Korban Banjir Wanita dan Anak-anak di wilayah Gujrat

Click on the slide!

Kehancuran yang Disebabkan Banjir Bandang di Pakistan

Click on the slide!

Tim MER-C dan PIMA bersiap Menuju Multan, Pakistan Bagian Selatan

Click on the slide!

Tenda Pengungsian Korban Banjir di Gujrat-Pakistan yang Dikunjungi Tim MER-C

Click on the slide!

Relawan MER-C melakukan Soil Investigation untuk RS Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik UIG

Click on the slide!

Tim MER-C di Lokasi tanah waqaf untuk RS Indonesia di Bayt Lahiya

Click on the slide!

Tim MER-C menjelaskan kepada Pedana Menteri Ismail Haniyah mengenai struktur Bangunan RS Indonesia  di Bait Lahiyah

Baner

Dukung Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina
Amanah "One Boat for Gaza"                                                      BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0153678  

Amanah Pembangunan RS Indonesia di Gaza                            BSM cab. Kramat              No. Rek. 009.0121.773      
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

Per tanggal 1 Juni 2009, MER-C memindahkan semua rekeningnya di Bank Muamalat Indonesia ke Bank Syariah Mandiri

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA PALESTINA
Periode 29 Desember 2008 - 28 Februari 2010
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp5.520.970.353.00
BMI   
Rp 3.746.073.969.68
BSMRp 5.863.693.904.80
Donatur Langsung 
Rp 2.476.281.700.00
SMS Donasi (Perkiraan) Rp 954.952.350.00
Penukaran Mata Uang Asing*Rp 39.335.525.00
Konversi mata uang asing**Rp 390.792.125.00
Penjualan Barang*** 
Rp   17.800.000.00
Total Penerimaan s.d 28 Februari 2010
Rp

 19.009.899.927.48

 
Pengeluaran s.d 28 Februari 2010             Rp 5.065.601.407.14
Alokasi untuk pembangunan RS Gaza Rp13.000.000.000.00 
Saldo dana Palestina per 28 Feb '10 Rp

 944.298.520.30 19

 

Terima atas kepercayaan anda yang telah menyumbangkan donasi untuk Palestina. Semoga menjadi amal baik yang tercatat di sisi Allah SWT.

Misi Kemanusiaan MER-C untuk Gempa Padang
BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0099339
BSM cab. Kramat             
No. Rek. 128.0011802
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA GEMPA PADANG
Periode 30 September 2009 - 30 Desember 2009
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp1.124.966.775,00
BSMRp779.377.975,63
Donatur Langsung
 Rp 499.778.550,00
Total
Rp2.404.123.300,63

Info Kesehatan

Kiat Membersihkan Telinga:

Berilah dua tetes minyak atau air mineral ke dalam telinga 2 kali sehari untuk satu atau dua hari.

Konsultasi Kesehatan

gigi bengkak terus menerus

Pertanyaan:Saya Retna mahasiswa umur 20 th, terus terang dok saya merasa terganggu sekali dengan gigi graham saya yang gak kempes-kempes... Baca

terdapat daging tumbuh diatas gusi pada anak 1 tahun

Pertanyaan  Dokter, anak saya yang berumur 1 tahun 7 bulan terdapat daging tumbuh di atas gusi sebelah kanan bawah. Bagaimana... Baca

rasa sakit yang luar biasa setelah gigi geraham dicabut

Pertanyaan:Salam dokter. Saya ingin bertanya, kemarin saya baru di cabut gigi geraham ke 2 dari belakang, karena gigi saya bolong,... Baca

Statistik Web

mod_vvisit_counterHari ini509
mod_vvisit_counterPekan ini4140
mod_vvisit_counterBulan ini2298
mod_vvisit_counterPengunjung447151
Kami memiliki 74 Tamu online
   
Events
Buka Puasa Bersama Relawan MER-C Markas MER-C yang biasanya sepi oleh relawan akan terasa ramai dan semarak ketika ada kegiatan relawan ataupun ketika ada persiapan misi kemanusiaan. Seperti Sabtu sore (21/8) kemarin, menjelang s...
 
Artikel Kesehatan
Hiperbilirubinemia (Kuning) Pasca lahir Kuning Normal Penyebabnya ? Secara fisiologis, tubuh seseorang memproduksi sel darah merah, dan “membuang” atau memecah sel darah merah yang sudah tua, secara kontinyu. Produk buangan ...