Medical Emergency Rescue Committee

MER-C adalah organisasi sosial kemanusiaan yang bergerak dalam bidang kegawat- daruratan medis.
MER-C mempunyai sifat amanah, profesional, netral, mandiri, sukarela, dan mobilitas tinggi.
MER-C berasaskan Islam dan berpegang pada prinsip rahmatan lil'aalamiin.
MER-C bertujuan memberikan pelayanan medis untuk korban perang, kekerasan akibat konflik, kerusuhan, kejadian luar biasa, dan bencana alam.
MER-C merupakan lembaga kemanusiaan yang keanggotaannya disebut relawan (unpaid volunteers).

Antara Timika dan Sorong

Berawal dari rasa ingin tahu tentang perbedaan resus, Prahadi Hermawan Marwan tergelitik untuk melakukan penelitian tentang resus. Kedua orang tuanya memiliki resus yang berbeda. Ayahnya memiliki resus positif, sedangkan ibunya resus negatif. Kedua orangnya menanti kehadirannya sebagai anak sulung selama 5 tahun. Cukup lama, bukan? Selain itu, sejak kecil ia sering sakit-sakitan sehingga keinginannya untuk menjadi dokter semakin kuat. Ternyata, Allah meridhai dan ia pun diterima di Fakultas Kedokteran UNPAD.

Karena program PTT masih wajib saat itu, setelah lulus kuliah, ia mencoba ke Depkes, tetapi gagal karena senior lebih diprioritaskan. Tak patah semangat, ia mencari informasi lewat teman-temannya.

Bermula dari salah seorang temannya, ia mulai bergabung di MER-C sebagai dokter PTT. Ia sudah mengetahui bahwa MER-C memiliki beberapa klinik di wilayah timur Indonesia. Namun, ia tidak pernah menyangka sebelumnya bahwa ia ditempatkan di klinik BNI - MER-C di Timika.

“Kaget. Kaget banget,” ujarnya ketika mendengar tawaran itu. Ditambah lagi sulitnya meyakinkan orang tua. Namun, dengan niat yang baik dan dengan segenap keyakinan, ia mampu memperoleh restu kedua orang tuanya.

Kekagetannya bertambah ketika sampai di Timika. Di sana ia tidak tahu apa yang harus dilakukan karena tidak ada seorang pun dokter jaga sebelumnya, tidak ada serah terima pekerjaan, dan esok harinya harus segera melakukan pengobatan di SP (Satuan Pemukiman). Ia hanya didampingi seorang perawat (Ali). Saat itu, hanya Ali yang menjadi tempat bertanya.

Pengobatan di SP pukul 08.00 - 12.00, kemudian dilanjutkan pukul 16.00 - 21.00 di klinik. Pengobatan dilaksanakan pada beberapa tempat, seperti SP 5, SP 6, SP 7, Iwaka, Hidayatullah, dan SDIT Permata Papua.

Daerah-daerah itu berjarak jauh dari klinik BNI - MER-C. Dokter Dedi (sapaannya) dan Ali harus menempuhi jalan-jalan yang rusak, bahkan harus masuk ke hutan-hutan untuk bisa sampai ke SP. Mereka menempuh perjalanan selama 30 menit sampai 90 menit dengan menggunakan sepeda motor.

Sebenarnya, pengobatan untuk penduduk Timika telah ditangani oleh PT Freeport. Namun, hanya 7 SPdari sekian banyak SP. Itu pun hanya untuk penduduk asli Timika. Sambil memeriksa, ia bertanya pada salah seorang pasien bersuku asli Timika, “Kenapa tidak berobat di Freeport?” Pasien itu menjawab, “Saya tidak termasuk 7 suku asli Timika.” Sebelum adanya MER-C di sana, mereka berobat di Puskesmas atau rumah sakit yang jaraknya sangat jauh. Mereka harus naik ojek yang biayanya Rp 50.000. Belum lagi biaya pengobatannya mahal bagi penduduk di luar 7 suku.

Suatu ketika kami pernah dihadang oleh 7 suku dan kami di-palak. Sempat kaget, tetapi setelah kami jelaskan bahwa kami adalah dokter dan perawat yang mau menolong orang-orang yang sakit, mereka melepaskan kami. Sebenarnya, mereka baik. Hanya karena pengetahuan yang kurang saja, mereka jadi terlihat aneh.

Selain mengobati, kami juga mengurus surat-surat rujukan ke rumah sakit, bahkan harus mengurusnya sampai ke bupati. Seperti kasus Nur Rohmah yang menderita Meningocale (tumor di susunan sarafnya), ia harus dirujuk ke RSCM Jakarta.

Ketika di Timika, dr. Dedi dihubungi untuk segera berangkat ke Sorong. Ternyata, pengobatan lebih sulit di Sorong karena wilayahnya lebih luas dan jalannya masih tanah.

Posko mobile MER-C ada di beberapa lokasi yang juga sulit dijangkau. Seperti di Jeflio, untuk sampai ke sana, mereka mengendarai motor, kemudian naik perahu. Itu pun harus janjian dengan penduduk. Di Jeflio, tanahnya hitam dan lengket sehingga tidak dapat dilalui dengan motor.

“Tugas kemanusiaan MER-C tidak dapat dihitung dengan materi, tapi lebih kepada tumbuhnya rasa kemanusiaan. PTT banyak memberikan keuntungan dalam ilmu dan pengalaman baru serta bagaimana cara kita memberikan pelayanan maksimal dengan fasilitas terbatas.” tegasnya. Dokter muda ini pun siap untuk diterjunkan kembali ke daerah-daerah yang serupa.

 
-
Click on the slide!

Pelayanan Medis bagi Korban Banjir Wanita dan Anak-anak di wilayah Gujrat

Click on the slide!

Kehancuran yang Disebabkan Banjir Bandang di Pakistan

Click on the slide!

Tim MER-C dan PIMA bersiap Menuju Multan, Pakistan Bagian Selatan

Click on the slide!

Tenda Pengungsian Korban Banjir di Gujrat-Pakistan yang Dikunjungi Tim MER-C

Click on the slide!

Relawan MER-C melakukan Soil Investigation untuk RS Indonesia bekerja sama dengan Fakultas Teknik UIG

Click on the slide!

Tim MER-C di Lokasi tanah waqaf untuk RS Indonesia di Bayt Lahiya

Click on the slide!

Tim MER-C menjelaskan kepada Pedana Menteri Ismail Haniyah mengenai struktur Bangunan RS Indonesia  di Bait Lahiyah

Baner

Dukung Misi Kemanusiaan MER-C ke Palestina
Amanah "One Boat for Gaza"                                                      BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0153678  

Amanah Pembangunan RS Indonesia di Gaza                            BSM cab. Kramat              No. Rek. 009.0121.773      
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

Per tanggal 1 Juni 2009, MER-C memindahkan semua rekeningnya di Bank Muamalat Indonesia ke Bank Syariah Mandiri

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA PALESTINA
Periode 29 Desember 2008 - 28 Februari 2010
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp5.520.970.353.00
BMI   
Rp 3.746.073.969.68
BSMRp 5.863.693.904.80
Donatur Langsung 
Rp 2.476.281.700.00
SMS Donasi (Perkiraan) Rp 954.952.350.00
Penukaran Mata Uang Asing*Rp 39.335.525.00
Konversi mata uang asing**Rp 390.792.125.00
Penjualan Barang*** 
Rp   17.800.000.00
Total Penerimaan s.d 28 Februari 2010
Rp

 19.009.899.927.48

 
Pengeluaran s.d 28 Februari 2010             Rp 5.065.601.407.14
Alokasi untuk pembangunan RS Gaza Rp13.000.000.000.00 
Saldo dana Palestina per 28 Feb '10 Rp

 944.298.520.30 19

 

Terima atas kepercayaan anda yang telah menyumbangkan donasi untuk Palestina. Semoga menjadi amal baik yang tercatat di sisi Allah SWT.

Misi Kemanusiaan MER-C untuk Gempa Padang
BCA cab. Kwitang             No. Rek. 686.0099339
BSM cab. Kramat             
No. Rek. 128.0011802
a.n. Medical Emergency Rescue Committee

REKAPITULASI PENERIMAAN DANA GEMPA PADANG
Periode 30 September 2009 - 30 Desember 2009
 
Penerimaan (Rupiah)
  
BCA  Rp1.124.966.775,00
BSMRp779.377.975,63
Donatur Langsung
 Rp 499.778.550,00
Total
Rp2.404.123.300,63

Info Kesehatan

Tiga gejala khas kanker ginjal adalah nyeri pinggang, munculnya tumor (benjolan) di pinggang dengan cepat dan hematuria (kencing bercampur darah).

Konsultasi Kesehatan

gigi bengkak terus menerus

Pertanyaan:Saya Retna mahasiswa umur 20 th, terus terang dok saya merasa terganggu sekali dengan gigi graham saya yang gak kempes-kempes... Baca

terdapat daging tumbuh diatas gusi pada anak 1 tahun

Pertanyaan  Dokter, anak saya yang berumur 1 tahun 7 bulan terdapat daging tumbuh di atas gusi sebelah kanan bawah. Bagaimana... Baca

rasa sakit yang luar biasa setelah gigi geraham dicabut

Pertanyaan:Salam dokter. Saya ingin bertanya, kemarin saya baru di cabut gigi geraham ke 2 dari belakang, karena gigi saya bolong,... Baca

Statistik Web

mod_vvisit_counterHari ini513
mod_vvisit_counterPekan ini4144
mod_vvisit_counterBulan ini2302
mod_vvisit_counterPengunjung447156
Kami memiliki 79 Tamu online
   
Events
Buka Puasa Bersama Relawan MER-C Markas MER-C yang biasanya sepi oleh relawan akan terasa ramai dan semarak ketika ada kegiatan relawan ataupun ketika ada persiapan misi kemanusiaan. Seperti Sabtu sore (21/8) kemarin, menjelang s...
 
Artikel Kesehatan
Hiperbilirubinemia (Kuning) Pasca lahir Kuning Normal Penyebabnya ? Secara fisiologis, tubuh seseorang memproduksi sel darah merah, dan “membuang” atau memecah sel darah merah yang sudah tua, secara kontinyu. Produk buangan ...