Yogyakarta : Pada tanggal 9 – 16 Juli 2009 lalu berlangsung Indonesia Relief Mission (IRM) 2009 yang merupakan serangkaian kegiatan sosial yang diikuti oleh sejumlah mahasiswa asal Malaysia dengan mengambil sasaran lokasi di Indonesia, tepatnya wilayah paska gempa Yogyakarta. Peserta kegiatan berjumlah 9 orang mahasiswa Malaysia yang semuanya merupakan anggota Islamic Medical Association of Malaysia (IMAM) UKEire Student Chapter yang saat ini sedang menempuh pendidikan di berbagai universitas kedokteran di Irlandia dan Inggris. MER-C Cabang Yogyakarta dan MER-C Cabang Semarang dalam hal ini bertindak sebagai Event Organizer kegiatan sosial yang baru pertama kali ini diadakan di Indonesia.
IRM yang berlangsung selama seminggu ini dipenuh dengan berbagai macam kegiatan sosial seperti kegiatan penyuluhan kesehatan, pembagian bantuan buku bagi anak-anak Sekolah Dasar di SDN Trowono 1 Paliyan, pelayanan kesehatan dan sunatan gratis bagi warga di Trowono Paliyan, Gunung Kidul. Di wilayah yang merupakan wilayah pegunungan yang mulai tandus karena memasuki musim kemarau, peserta menginap selama 2 hari di rumah-rumah penduduk untuk ikut merasakan bagaimana kehidupan penduduk lokal.
Kegiatan sosial sunatan massal dan pemberian bantuan buku juga juga dilakukan di pondok pesantren Al Muhani yang terletak di Wonokromo Pleret, Bantul. Peserta beraktivitas seharian penuh di wilayah ini dalam Grebeg Persahabatan. Rangkaian acara Grebeg Persahabatan terselenggara bekerjasama dengan Karang Taruna Sultan Agung I. Acara dihiasi dengan arak-arakan warga dalam berbagai pakaian yang puncaknya adalah rebutan gunungan grebeg oleh warga. Di wilayah ini, juga diadakan penyuluhan kesehatan dan pendidikan mengenai reproduksi dengan tema “Kesehatan Reproduksi dan Penyakit Menular Seksual” yang dibawakan oleh dr. Hasto Wardoyo, SpOG(K), yang sangat antusias diikuti oleh remaja di lingkungan Wonokromo Pleret.
Untuk menempa dan lebih menumbuhkan rasa sosial serta empati peserta kepada sesama, peserta juga diajak untuk mengunjungi Panti-Panti Asuhan yang ada di Yogyakarta. Ada 3 panti asuhan yang dikunjungi, yaitu Panti Asuhan Anak-anak Cacat “ Sayap Ibu “ yang terletak di daerah Kalasan Kabupaten Sleman yang merupakan panti asuhan untuk anak-anak yang memiliki cacat ganda (cacat yang lebih dari satu atau lebih dari dua). Selain itu peserta juga mengunjungi Panti Asuhan Muhammadiyah yang terletak di daerah Prambanan. Terakhir, panti asuhan yang dikunjungi adalah Panti Asuhan Al Ghifari yang merupakan panti bagi korban letusan gunung merapi tahun 1994 lalu. Selain menyerahkan sumbangan dan membagi-bagi hadiah untuk penghuni panti, peserta juga berkesempatan mengajak anak-anak panti bermain bersama untuk sejenak melupakan kesedihan mereka.
Kegiatan IRM tidak hanya diisi oleh kegiatan sosial saja, dalam rangka meningkatkan keakraban dan silaturahim antara mahasiswa Indonesia dan Malaysia, panitia juga mengadakan acara ramah tamah dan sharing kepedulian relawan di ruang Auditorium Fakultas Kedokteran UGM dengan mengundang seluruh relawan MER-C Cabang Yogyakarta dan mahasiswa Malaysia yang ada di Yogyakarta.
Kemudian, untuk lebih mengenalkan suasana kota Yogyakarta kepada peserta, kegiatan IRM juga diisi dengan kunjungan ke tempat-tempat terkenal di Yogyakarta seperti Pantai Parangtritis, Pusat Kerajinan Perak di Kotagede, Masjid Agung Mataram Kotagede, Pusat Kerajinan Kulit di Manding Bantul, objek wisata Candi Barong dan Candi Prambanan serta menikmati makanan khas daerah setempat. Tak lupa para peserta IRM juga mengunjungi wilayah Gunung Merapi dengan menyusuri alur-alur lahar yang terbentuk akibat letusan tahun 1994 lalu dan bertandang ke salah satu tokoh masyarakat Kaliurang, yaitu Mbah Marijan.
Pada hari terakhir para peserta diberikan waktu untuk melihat-lihat dan berbelanja di salah satu Pasar terkenal di Yogyakarta, yaitu Beringharjo. Setelah berbelanja sekedarnya untuk membeli buah tangan khas Yogyakarta, peserta kemudian diajak berkeliling ke Kraton Ngayogyokarto Hadiningrat untuk kemudian menyelesaikan misi dan kembali ke Malaysia untuk menghabiskan sisa liburan. Semoga acara serupa bisa berlangsung kembali di tahun-tahun mendatang dengan jumlah peserta yang lebih banyak dan kegiatan sosial yang lebih beragam serta bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan.






