MER-C

 
 
 
 

Kehangatan Idul Qurban bersama Warga Muntilan

Email Print

Allahu Akbar...Allahu Akbar...Allahu Akbar. La ilaha illallahu Allahu Akbar. Allahu Akbar wa lillahilhamdu...

 

Rabu (17/11), gema takbir makin menggema di angkasa Jogja. Meskipun, sehari sebelumnya ribuan warga Muhammadiyah juga telah menggemakan takbir di langit Jogja. Dan gema takbir akan berlanjut dalam 3 hari ini. Begitulah suasana Idul Adha, hari raya kedua bagi umat Islam. Tahun ini, semangat toleransi umat makin teruji dengan hari raya Idul Adha sebanyak 2 versi, tanggal 16 November dan 17 November. Kerukunan dalam perbedaan ini menjadi bukti betapa kuatnya toleransi di dalam masyarakat kita, Indonesia. Semoga.

 

 

Mayoritas masyarakat di Jogja melakukan penyembelihan pada hari Rabu, 17 November 2010 karena hari libur ditetapkan pemerintah jatuh di tanggal tersebut. Tanpa terkecuali bagi MER-C. Di tengah-tengah kesibukan relawan MER-C memberikan pelayanan bagi para pengungsi korban Merapi dan distribusi logisitik bantuan di berbagai lokasi barak pengungsian, MER-C diberi amanah untuk menyalurkan hewan kurban khususnya bagi para pengungsi.

 

Menurut koordinator Tim Penyembelihan Qurban dari MER-C Cabang Yogyakarta, Pak Rifa’i, tercatat sebanyak 12 ekor kambing diamanahkan kepada MER-C. Bekerjasama dengan Jama’ah Sholahudin (JS) UGM, seluruh kurban dibawa ke lokasi pemotongan di desa Kolokendang, Muntilan, Kab. Magelang. Terasa begitu hangat kedekatan para relawan dengan masyarakat setempat. Hingga, ada 8 ekor kambing kurban diserahkan oleh warga setempat kepada MER-C untuk juga disalurkan.

 

Penyaluran daging kurban dibantu oleh relawan dari JS UGM ke barak-barak pengungsian di Magelang dan sekitar. Menurut Bowo, anggota JS yang juga warga setempat, mengutarakan bahwa warga amat senang sekali karena di tengah suasana duka akibat bencana Merapi ini, bantuan dari saudara/i yang tidak terkena bencana begitu amat besar. Semoga persaudaraan ini makin kuat terjalin.

 

“Saya merasa hari raya kurban tahun ini di Jogja lebih bermakna. Dimana, daging kurban dapat dinikmati oleh lebih banyak umat dengan kebersamaan yang berlipat-lipat, misal di tempat pengungsian. Semoga berkah bagi semua,” menurut Prasetya Adi, relawan MER-C, yang juga sebagai penduduk Muntilan.

 

 

 

Pelayanan Kesehatan di Markas FPI Jogja dan RS Trauma Center MER-C

 

Meskipun beberapa relawan ada yang pulang ke rumah masing-masing untuk sekedar berjumpa keluarga di hari besar ini atau sampai ikut meramaikan suasana Idul Kurban di kampungnya, program mobile clinic MER-C tetap dilakukan. Kali ini, MER-C mendapatkan kesempatan untuk berkolaborasi dengan rekan-rekan di FPI (Front Pembela Islam) Jogja mengadakan pelayanan kesehatan di posko pengungsian yang mereka dirikan. Dr. Sayuti, Ketua MERC Jogja, berkesempatan untuk melayani langsung para pasien di pengungsian di daerah Markas FPI Gamping, Sleman.

 

Setelah pelayanan kesehatan di markas FPI, tim langsung bertolak ke Piyungan, dimana bakal RS Trauma Center MER-C akan dibuka. Gedung yang sudah dalam tahap peyempurnaan itu sengaja digunakan sebagai tempat pengungsian anak-anak tuna mental (Down Syndrome). Secara rutin, tim MER-C memberikan pelayanan kesehatan dan pendampingan psikologis bagi mereka. Menurut dr. Sayuti, hari ini dia mendapatkan pasien dengan riwayat serangan kejang 2 kali dalam sehari dan kecurigaan mengarah ke epilepsi. Masih menurut beliau, pasien tersebut akan dirujuk ke RSUP Dr. Sardjito untuk mendapatkan perawatan yang lebih baik.

 

Malam hari, selepas seluruh tim sudah kembali ke markas MER-C Cabang Jogja di Monjali, tak disangka aroma sedap sate kambing sudah menyelimuti markas. Malam ini ditutup dengan “santap bareng” sate kambing oleh para relawan. Kehangatan persaudaraan di antara relawan begitu kental terasa. Tampak dr. Sayuti berada di tengah-tengah para relawan yang dikomandonya. Begitu santap sate selesai, tim malam yang harus menjaga posko kesehatan pun diberangkatkan. Saat ini, MER-C diamanahi untuk membina pos kesehatan di barak pengungsian Pandowoharjo, Youth Center, dan JEC.

 

Begitulah perjalanan relawan MER-C hari ini, dalam suasana hari raya Idul Kurban. Dengan mencontoh keimanan Nabi Ibrahim As, mencontoh tekad kuat Bunda Hajar, dan mencontoh kesabaran Nabi Ismail As, relawan MER-C akan terus berusaha melaksanakan amanah-amanah yang telah diberikan sebaik mungkin.

 

MER-C tetap menerima dan menyalurkan bantuan saudara/i semua bagi korban bencana Merapi. Bantuan dapat diberikan langsung melalui:

 

Markas MER-C Jogja

Jalan Monjali No. 16 C, Nandan, Sariharjo, Ngaglik, Sleman, Jogja

Rekening Donasi Bencana Merapi:

Bank Syariah Mandiri

a.n. MERC DIJ

No. Rek. 030.0007.647

 

 
 
 
 

JALAN JIHAD SANG DOKTER". Kisah perjalanan dr. Joserizal & Tim MER-C ke berbagai wilayah perang, konflik dan bencana baik di dalam maupun di luar negeri hingga lika-liku Pembangunan RS INDONESIA di Jalur Gaza.
Dapatkan di Toko Buku atau MER-C
Rp. 58.500,-