MER-C

 
 
 
 

Antara Hari Pahlawan, Merapi dan Obama

Email Print

Hari Rabu (10/12) dibuka dengan erupsi Merapi untuk kesekian kalinya. MER-C Cabang Yogyakarta melaporkan cerahnya langit Yogyakarta saat itu membuat pemandangan erupsi terlihat jelas, bahkan dari markas MER-C Cabang Yogyakarta yang terletak di jalan Monjali. Menurut pengawas gunung Merapi, erupsi tersebut mengarah ke barat dan barat daya, berarti daerah seperti Muntilan dan Magelang harus bersiap menerima imbas dari erupsi Merapi kali ini. Rabu (10/11) kemarin bertepatan dengan Hari Pahlawan dan juga hari dimana Presiden US Barrack Obama datang ke Indonesia. Hampir semua stasiun TV memberitakan tentang Obama dan pidatonya, seolah-olah Hari Pahlawan tidak ada. Selain itu, untuk sejenak, nampaknya isu Merapi juga sedikit tersisih di benak banyak orang.

 

Meskipun begitu dan apapun yang terjadi di luar sana, para relawan Merapi tetap terus bergerak memberikan bantuan demi meringankan beban penderitaan saudara-saudara mereka yang menjadi korban erupsi merapi. Mereka tetap melakukan aktifitas kemanusiaan seperti biasa.

Tak terkecuali relawan MER-C. Relawan MER-C yang berasal dari MER-C cabang Yogyakarta, Semarang dan Solo bekerjasama untuk meng-cover wilayah-wilayah pengungsian di sekitar merapi.  Mereka menyusuri dan mendatangi titik-titik pengungsian untuk memberikan pelayanan medis dan mendistribusikan bantuan logistik amanah para donatur kepada para pengungsi yang tersebar di sejumlah titik. Titik-titik pengungsian pun tak jarang berubah-ubah akibat arah letusan merapi yang seringkali berubah-ubah juga setiap harinya.

 

Relawan MER-C Cabang Yogyakarta yang kadang dibantu oleh MER-C Cabang Semarang men-cover wilayah Yogyakarta, Magelang dan Muntilan. Sementara MER-C Cabang Solo men-cover wilayah Boyolali. Program yang dilakukan masih mencakup posko kesehatan 24 jam dan program mobile clinic.

 

MER-C Cabang Solo membuka 2 posko kesehatan di wilayah Boyolali. Posko berada di SDN 9 Boyolali dan Masjid Al Hidayah Boyolali. Kedua posko beroperasi selama 24 jam penuh yang dijaga bergantian oleh para relawan. Titik-titik pengungsian lainnya dicover melalui program mobile clinic dengan menggunakan ambulans. Tim mobile clinic setidaknya mengunjungi minimal 2 titik pengungsian di Boyolali dan sekitarnya setiap harinya.

 

Sementara itu, sampai hari Rabu kemarin, MER-C Cabang Yogyakarta membuka 4 buah Posko kesehatan 24 jam. Posko tersebut terletak di Youth Center, Pandowoharjo, JEC, dan Piyungan. Aktifitas sedikit berbeda terlihat di posko Youth Center. Bekerjasama dengan RSU dr. Sardjito, Tim Medis MER-C dari MER-C Cabang Yogyakarta memberikan layanan USG dan konsultasi ibu hamil. Alat USG kecil diletakkan di posko MER-C, dan ibu-ibu yang sedang mengandung dipersilahkan untuk mengecek kandungannya di posko MER-C. Kurang lebih ada belasan ibu-ibu yang mendapat layanan tersebut.

 

Sedikit berbeda dari posko kesehatan 24 jam, Tim Mobile Clinic MER-C Cabang Yogyakarta terus bergerak memberi layanan kesehatan di desa-desa terpencil di sekitar lerang Merapi. Hari Rabu, Tim Mobile Clinic bergerak menuju arah Muntilan dan Magelang. Direncanakan Tim Mobile Clinic akan memberikan layanan kesehatan di desa Mungkid, Magelang. Selain itu, Tim Mobile Clinic akan menyalurkan ke beberapa daerah yang memang masih kekurangan.

 

Daerah Muntilan dan Magelang merupakan daerah yang jarang tersentuh bantuan dan layanan kesehatan. Bantuan Merapi terfokus pada wilayah Sleman, dan menumpuk di beberapa titik saja. Sehingga, daerah-daerah terpencil di Muntilan dan Magelang seringkali kekuarangan logistik dan tenaga kesehatan. Oleh sebab itu, MER-C setiap hari menugaskan satu Tim Mobile Clinic ke arah Muntilan dan Magelang. Berbeda dengan Sleman yang hanya dua kali mengalami hujan abu, hampir setiap hari hujan abu dan pasir turun di Muntilan dan Magelang. Hal ini menyebabkan kesehatan warga menurun drastis, padahal tenaga kesehatan sangat minim di beberapa titik.

 

Hari ini layanan kesehatan MER-C di buka di desa Mungkid. Desa ini hampir tidak pernah mendapat layanan kesehatan. Hujan abu masih konsisten mengguyur desa Mungkid. Terlihat dengan tebalnya abu sepanjang perjalanan menuju ke sana. Sampai di desa Mungkid, Tim MER-C langsung disediakan tenda khusus. Tidak disangka, ketika tim MER-C masih merapihkan peralatan dan obat-obatan, masyarakat sudah mengantri panjang dan memenuhi tenda tersebut. Pelayanan kesehatan mulai diberikan pada pukul 14.30 dan berakhir pada pukul 17.30. Pasien yang datang mencapai 140 orang. Hal ini menandakan betapa kurangnya tenaga medis di daerah tersebut. Sekali ada tenaga medis datang, masyarakat langsung berbondong-bondong untuk berobat.

 

Begitulah secara umum kondisi yang terjadi di beberapa titik pengungsian yang agak terlupakan di daerah Muntilan dan Magelang. Oleh sebab itu, Tim Mobile Clinic MER-C akan terus pro-aktif bergerak mencari titik-titik pengungsian yang masih membutuhkan logistik dan tenaga medis. Sehingga bantuan yang diberikan oleh MER-C tepat sasaran kepada yang membutuhkan.

 

 
 
 
 

JALAN JIHAD SANG DOKTER". Kisah perjalanan dr. Joserizal & Tim MER-C ke berbagai wilayah perang, konflik dan bencana baik di dalam maupun di luar negeri hingga lika-liku Pembangunan RS INDONESIA di Jalur Gaza.
Dapatkan di Toko Buku atau MER-C
Rp. 58.500,-