Meski berada di ujung Timur Indonesia, masyarakat Papua khususnya di Timika tetap menunjukkan kepedulian mereka terhadap Palestina dengan menggelar aksi doa bersama. Aksi ini diprakarsai oleh relawan medis MER-C yang sedang bertugas di Klinik Sosial MER-C di wilayah Timika.
Aksi diadakan tepat satu hari pasca insiden penyerangan kapal “Mavi Marmara” dimana terdapat Tim MER-C yang terdiri dari 4 relawan dan 1 jurnalis di dalam kapal tersebut. Bertempat di Masjid Babussalam, aksi yang berlangsung selama kurang lebih satu jam dihadiri oleh berbagai elemen masyarakat seperti Hidayatullah, MUI Timika, perwakilan Hotel Serayu Timika dan seluruh Tim MER-C yang bertugas di Timika serta jamaah sholat Dzuhur dari sekitar lingkungan masjid. Aksi ini juga diliput oleh Harian Timika Express.
Acara dibuka oleh Ustadz Amin sebagai Ketua MUI Timika. Setelah sholat dzuhur berjamaah, Ustadz Amin kemudian memimpin doa bersama. Selain mendoakan rakyat Palestina yang tertindas dan diblokade oleh Israel, doa bersama juga ditujukan untuk keselamatan Tim MER-C yang berada di kapal “Mavi Marmara” dimana salah satu anggota Tim MER-C, dr. Arief Rachman, adalah relawan yang pernah bertugas di Timika Papua.


