Pada hari Ahad tanggal 9 Januari 2011, MER-C telah mendapat kesempatan untuk berbicara di Simposium Internasional ke 5 Salam UI, dengan tajuk “Dari Jakarta Hingga Jalur Gaza”. Pada perhelatan yang digelar di Wisma Makara UI ini relawan MER-C mendapat amanah untuk menceritakan pengalaman berlayar menembus Gaza di atas kapal Mavi Marmara.
Nurfitri yang kala itu diberi amanah untuk menjadi Ketua Tim MER-C menceritakan pengalamannya dalam misi Freedom Flotilla, di mana kapal yang ditumpangi MER-C, yaitu Mavi Marmara, diserang secara membabi buta pada dini hari tanggal 31 Mei 2010, di laut internasional. Foto dan film mengenai kejadian ini juga ditampilkan untuk memberikan gambaran yang lebih jelas kepada para peserta symposium.
Pada kesempatan itu juga dijelaskan, bahwa MER-C telah mengikuti konvoi Asia untuk Gaza belum lama ini di mana ini adalah kali pertama negara-negara di Asia berkoalisi untuk melakukan konvoi darat menuju Gaza, Palestina.
MER-C bersama puluhan negara peserta Freedom Flotilla tengah dan akan terus bersama-sama menuntut Israel atas kasus Mavi Marmara ke International Crime Court, International Court of Justice, serta pengadilan UNHRC.
Walau telah mengalami penyerangan di pelayaran pertamanya, MER-C berencana untuk kembali berlayar bersama organisasi lain di dunia menuju Gaza pada pertengahan tahun ini. Dan Inshallah tak lama lagi, pembangunan Rumah Sakit Indonesia di Bayt Lahiya Gaza Utara juga akan dimulai pembangunannya.
Acara yang diadakan sejak tanggal 8 Januari 2011 ini selain menghadirkan berbagai pembicara dari Indonesia, juga menghadirkan beberapa pembicara dari lingkup Internasional. Konfrensi diadakan pada Ahad pagi dengan mengetengahkan tema “Aksi Nyata Pemuda untuk Pembebasan Palestina.” Konfrensi ini dihadiri oleh Abdurrahman Musleh (Palestina), Brunilda Basha (Albania), Herry Heryadi (HTI), dan Aqil Dede Prayogi (UGM).


