Setelah beberapa kali mengalami perubahan tempat operasi, akhirnya operasi katarak pada mata sebelah kiri Amir Jamaah Ansharut Tauhid (JAT), Ust. Abu bakar Ba’asyir (ABB), terlaksana di RS Mata Aini, Jakarta Selatan pada pada hari Senin (20/12) pagi. Operasi yang berlangsung sekitar 40 menit itu merupakan kerjasama MER-C, TPM (Tim Pengacara Muslim). Polisi dan Jaksa Penuntut Umum. Operasi ditangani langsung oleh dr. Isfahani, SpM didampingi Presidium MER-C, dr. Joserizal Jurnalis, SpOT. Dr. Isfahani, SpM adalah relawan yang pernah mengikuti misi kemanusiaan MER-C ke wilayah Ternate, Maluku Utara.
Sebelum dioperasi, Ustadz lanjut usia yang terkena tuduhan terorisme ini telah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh Tim Medis MER-C di Rutan Mabes POLRI. Berdasarkan hasil pemeriksaan, kondisi mata sebelah kiri Ustadz ABB dinyatakan cukup parah dan tidak bisa melihat. Operasi katarak pun diusulkan oleh Tim Medis MER-C melalui TPM (Tim Pengacara Muslim). Beberapa Rumah Sakit seperti RS Pusat Pertamina dan RS Polri Kramatjati sempat menjadi alternatif tempat operasi, namun operasi baru bisa terlaksana di RS Mata Aini.
Sempat menjalani perawatan di RS Aini selama 3 hari, Kamis (23/12) kemarin Ustadz ABB dikembalikan ke dalam Rutan Mabes POLRI. Untuk selanjutnya kesehatan Amir JAT ini akan di monitor kembali secara berkala oleh Tim Medis MER-C.
Dalam 2 minggu ke depan, Ustadz ABB juga direncanakan akan menjalani pemeriksaan MRI pada kaki sebelah kirinya yang juga mengalami keluhan sakit.
Pendampingan dan pemeriksaan medis terhadap Ustadz ABB dilakukan berdasarkan permintaan tertulis pihak keluarga Ustadz ABB kepada Tim MER-C. Surat yang dilayangkan ke kantor Pusat MER-C beberapa saat pasca penangkapannya berisi permintaan pihak keluarga ABB agar Tim Dokter MER-C ikut memeriksa dan memantau kesehatan ABB selama menjalani pemeriksaan oleh pihak kepolisian.


