Ucapan terima kasih berdatangan dari berbagai kalangan di Gaza ketika mereka mengetahui dan melihat proses pembangunan RS Indonesia yang tengah berlangsung di kota Bayt Lahiya, Gaza Utara. Sebut saja Perdana Menteri Ismail Haniya, Menteri Kesehatan Palestina di Gaza dr. Bassim Naim, Walikota Bayt Lahita Izzuddien Dahnoun, Menteri Peranan Wanita Palestina di Gaza Jamilah Shanthy, Anggota Parlemen Gaza Mushir El-Masry, menyampaikan ucapan terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia atas kepeduliannya terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza.
Bahkan menurut Abdillah Onim, salah satu relawan yang belum lama ini menikah dengan muslimah Gaza mengatakan bahwa proyek pembangunan RS Indonesia sudah diketahui oleh seluruh rakyat Gaza. “Sebut saja RS Indonesia, maka insya Allah seluruh rakyat Gaza pasti tahu,” ujarnya.
Perdana Menteri Ismail Haniya yang sejak awal mendukung dengan memberikan tanah wakaf seluas lebih dari 1,6 hektar khusus untuk program pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza pada suatu kesempatan berpidato pada suatu acara melontarkan ungkapan terima kasihnya di depan relawan Indonesia dan rakyat Gaza yang hadir. “Terima kasih kepada seluruh rakyat Indonesia dan Jakarta atas bantuan Rumah Sakit yang saat ini sedang dibangun. Wahai rakyat Gaza Palestina yang tercinta, jangan pernah bersedih karena dibelakang kalian ada rakyat Indonesia dan Jakarta," demikian isi pidato dari orang nomor satu di Jalur Gaza.
Dr. Bassim Naim selaku Menteri Kesehatan Palestina di Gaza juga menyampaikan ungkapan terima kasihnya atas program bantuan pembangunan Rumah Sakit dari rakyat Indonesia. Ungkapan itu disampaikan langsung oleh Bassim Naim kepada Tim relawan MER-C di Gaza pada saat pertemuan tatap muka dengannya sekitar 4 bulan yang lalu. “Saya selaku Menteri Kesehatan mengucapkan terima kasih dari hati yang paling dalam atas program ini. Rumah Sakit Indonesia akan menjadi rumah sakit rujukan utama kota Gaza bagian utara,” tuturnya.
Menteri Peranan Wanita Gaza, Jamilah Shanthy juga pernah memberikan pujiannya pada disain RS Indonesia yang menurutnya sangat indah bahkan pertama terindah di kota Gaza. Kalimat itu dilontarkan oleh Jamilah saat Tim MER-C berkunjung ke kantornya beberapa waktu yang lalu. “Design rumah sakitnya sangat indah. Rumah sakit pertama terindah di kota Gaza. Desainnya berkolaborasi dengan Kuba Skahrah,” demikian ungkap Jamilah. Dia juga mengatakan bahwa jika berbicara dengan muslim, maka ia langsung teringat dengan Indonesia karena di Indonesialah jumlah muslim yang terbanyak di seluruh dunia ditambah dengan kesopanan rakyat Indonesia yang menurutnya penuh beradab.
Sementara itu, Walikota Bayt Lahiya Gaza Utara juga turut berkomentar tentang RS Indonesia. “Di Indonesia walau musibah datang silih berganti mulai tsunami Aceh, gempa bumi di Padang Sumatera Barat sampai dengan meletusnya gunung merapi, akan tetapi kecintaan rakyat Indonesia tak pernah pudar terhadap rakyat Palestina di Jalur Gaza. Bukti nyatanya adalah Pembangunan Rumah Sakit Indonesia yang sedang berlangsung di Gaza yang tidak terlepas dari dukungan dan kepedulian dari rakyat Indonesia,“ ungkap Sang Walikota, dimana saat ini sedang berlangsungnya proses pembangunan RS Indonesia.
Walikota Bayt Lahiya, Izzuddien Dahnoun ketika mendengar berbagai bencana menerpa Indonesia juga mengatakan bahwa, “Kami sebenarnya sangat ingin sekali datang ke Indonesia untuk menjenguk dan membantu korban gunung merapi di Yogyakarta. Namun kondisi negara kami yang sedang terblokade sehingga kami tidak bisa berbuat banyak dan hanya doa yang kami panjatkan bagi rakyat Indonesia semoga tetap sabar dalam menghadapi berbagai ujian ini.”
Demikian beberapa ungkapan terima kasih dari sejumlah pejabat di Jalur Gaza terhadap kepedulian yang begitu besar dari rakyat Indonesia. Apabila tidak ada kendala dan dana pembangunan tercukupi, maka pembangunan Rumah Sakit Indonesia bisa rampung dalam 1,5 - 2 tahun. Dukung pembangunan RS Indonesia di Jalur Gaza melalui BCA, 686.0153678 dan BSM 009.0121.773, an. Medical Emergency Rescue Committee.

