Dengan kendaraan sewaan coaster (sejenis L300), Tim MER-C bergerak menuju wilayah banjir di Pakistan bagian Selatan, yaitu Multan. Waktu tempuh perjalanan yang diperkirakan selama 8 jam, ternyata setelah 11 jam perjalanan Tim MER-C baru tiba di wilayah Multan. Tim MER-C yang terdiri dari 5 relawan bergerak ke Multan dengan ditemani 1 relawan PIMA (Abdul Wadood) sebagai guide, 1 mahasiswa Indonesia (Zul) serta 1 supir.
Teriknya cuaca di Pakistan menjadi ujian tersendiri bagi Tim MER-C dalam menjalani misi kemanusiaan kali ini. Cuaca yang terik dan panas membuat Tim sedikit dehidrasi sehingga membutuhkan resusitasi cairan 4 kolf RL.
Meskipun didera kesulitan ekonomi berkepanjangan, namun tidak menyurutkan rakyat Gaza untuk bershadaqah atau berinfaq. Hal ini dialami oleh dua orang Tim MER-C yang saat ini masih berada di Gaza, Abdillah Onim dan Nur Ikhwan Abadi. Hampir setiap hari ada saja rakyat Gaza yang mengajak untuk berbuka puasa bersama di rumahnya. Bahkan ketika mereka tahu kamiberasal dari negeri nun jauh yang bernama Indonesia, mereka seolah “memaksa” kami untuk sekedar singgah atau bersilaturahmi ke rumah mereka.








